Karbu Standar Tetap Lebih Irit
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
SCOOTER EXPERTZ
04
Jan
2013

Karbu Standar Tetap Lebih Irit

  54262   0

 Jakarta, ME. Di zaman seperti ini, yang menurut kebanyakan orang ekonomi belom sepenunya membaik, bijak dalam membelanjakan duit itu penting bradsis. Termasuk dalam membeli bensin buat motor. Makanya, banyak orang yang masih konsen sama efisiensi BBM. Caranya? Kayak dilakoni brader ME, pemilik Yamaha Nouvo Z 2006 ini. 

 

*****

Dalam pemakaian motor sehari-hari, emang enggak ada salahnya juga dicatat soal seberapa besar pengeluaran dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bradsis. Dan seberapa jauh juga, jarak yang dapat ditempuh besutan. Enggak mau juga dong bradsis,  kalo motor yang kita pake ngalamin keborosan. Wah, bisa-bisa kantong bolong, dah. Apalagi kalo buat pelajar atau mahasiswa.

Nah untuk itu, perhatikan lagi deh dalam pengeluaran untuk beli BBM. Gimana caranya? "Pastinya, motor harus dirawat, dong!" kata Bejo, pembesut Nouvo Z 2006. Karena menurut pemuda humoris ini, mengiritkan bensin pada motor sebenarnya gak ribet. Pertama seperti dibilang dia tadi, rajin merawat. Kedua menjaga habit atau kebiasaan dalam berkendara yang tidak ugal-ugalan dan sering kebut-kebutan. "Tahan juga napsu memodifikasi yang berlebihan dan pakai part racing yang sebenernya gak terlalu penting!" anjurnya. 

Oke, kalo soal habit tentu bisa dibiasakan. Gimana dengan perawatan? Karena pada praktiknya, banyak yang suka mengabaikan, nih. Terutama salah satunya pada karburator. Padahal, fungsi dari karburator sangat vital. Karena, di sinilah tempat mengatur pemakaian bahan bakar juga. Kalo kinerja peranti ini error bin ngaco, lantaran ada part yang kotor dan tersumbat, maka berpengaruhlah pada konsumsi BBM-nya. "Jadi gini, kinerja karbu yang gak sempurna, memicu pasokan bensin ke ruang bakar terhambat, tarikan loyo dan otomatis bisa boros, deh!" sambung mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta ini. 

Makanya, agar lebih optimal, mending pakai karburator yang masih standar bawaan dari pabrik, karena kan dari pabriknya udah diseting agar lebih ekonomis. “Buktinya, dalam satu liter bensin, jarak yang bisa gue tempuh, masih bisa mencapai 25-30 km, lo,” ungkap Bejo sembari ngaku kalo Nouvonya itu dipelihara dari pertama beli dan rajin dirawat.

Masih menurutnya, “Setiap hari pergi dan pulang kuliah, gue cuma ngeluarin duit Rp 5.000 buat nempuh jarak 25 km. Selain lebih irit, tentu uang jajan bisa ada lebihnya dong,” dengan semangat, Bejo berujar. Makanya, buat mendukung itu semua, dalam pemakaian sehari-hari, gak ada salahnya kan, peranti pengabut bahan bakar ini harus sering-sering dibersihkan juga bradsis. Misal pengecekan rutin satu bulan sekali.

Ah, tapi ME penasaran. Buat memastikan, bener atau enggaknya brader Bejo pakai karbu standar di motornya, ME minta dia bongkar motornya, hehehe... Maklum, meski ngaku standar, motornya justru sudah tampak dimodif, sih. "Ah, ini kan cuma pernik-pernik pemanis aja, gak pengaruh ke konsumsi BBM," tangkisnya. 

Mau gak mau, Bejo pun mulai membongkar motornya. Pertama baut panel pada sisi bodi kiri dan kanan dibuka menggunakan obeng kembang. Kemudian dibuka juga baut pengikat rumah dasbord pakai kunci L-5. Setelah dasbord dan bagian sisi terbuka, maka kelihatan baut kancing pada sisi karet manifold yang ada pada bagian intake serta baut kancing yang menyambung pada bagian boks filter.

Setelah perantinya terlepas semua, taraaaa...... ternyata emang benar si Bejo penunggang Nouvo Z ini masih menggunakan karburator yang masih standaran, bawaan dari pabrik yang masih menggunakan produk Mikuni. Saat ME minta bongkar jeroan karbu juga tampak bersih, tidak ada kerak atau debu di mangkuk karbu.  Pastinya, emang terawat bradsis.

Masih kurang puas, setelah berhasil membuktikan keorisinalan karburator motornya Bejo, ME ngajak pemuda enerjik ini berkeliling jalan Jakarta. Buat apa? Pastinya, tim tester ME pengen sekali lagi ngebuktiin bener gak itu motor bisa menempuh jarak 25-30 km per liter bensinnya.  Berboncengan, kami pun start dari kantor ME di kawasan Ciledug lalu berkeliling ke kawasan BSD bermodalkan 1 liter bensin dalam tabung infus. Meski kondisi macet dan agak mendung saat itu, cuek aja. Dan hasilnya.... sekali lagi, betul aja, nih. Seliter bensin bisa menjelajah di angka segitu. Kebetulan motor mogok, begitu jarak menempuh 27,5 liter. Hmm.. emang peranti standar, kalo terus terawat terbukti bikin irit BBM bradsis.

Jadi kesimpulannya. Kalo mau irit BBM, ya emang gak usah ribet bradsis. Cukup rawat motor standar, terutama part-part pendukungnya, kayak karburator. Motorexpertiz pengen ngebuktiin? Silakan coba pakai karbu yang standar aja kalau rutinitasnya padat. Jangan ganti-ganti karbu kalau misalkan belum bermasalah, sering-sering juga dalam perawatannya agar hasilnya terjaga. Selamat mencoba...

Teks dan Foto: Rendi noice (redaksi@motorexpertz.com), Join us on fanpage & twitter: @motorexpertz, Pin BB: 24B2AFEE



  656 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !