Skutik Kena Banjir
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
SCOOTER EXPERTZ
18
Jan
2013

Skutik Kena Banjir

  8059   0

Jakarta, ME. Efek curah hujan yang mulai tinggi udah kelihatan kan bradsis. Jakarta pun direndem air. Anehnya, meski sudah tau dampak buruknya, gak sedikit juga motorexpertiz pembejek skutik malah nekat nerjang banjir. Padahal banyak peranti yang bakal didera masalah. Salah satunya peranti CVT!

****

Gak ngerti apa alesannya, meski beberapa ruas jalan Jakarta digenangi air, ME kerap melihat pemilik skutik maen bejek aja tunggangannya ngelewati genangan air. Kalo Cuma sebatas setengah roda sih, mungkin masih aman. Tapi kalo udah sampe full satu ban dan terus dipaksa, itu namanya nantangin masalah bradsis. “Gue terpaksa ngajak Honda BeAT gue berendem, karena mau gimana lagi. Jalan satu-satunya harus lewat jalur banjir itu!” jelas Roby Sugianto pemilik skutik rilisan PT Astra Honda Motor itu.


Ujung-ujungnya, keluar dari air, skutik Roby malah bunyi berdecit seiring putaran mesinnya waktu grip gas dipelintir. Udah gitu, tarikan kayak ketahan dan malah menimbulkan bau sangit. Karena udah dua hari gak mau hilang juga, terpaksa motor dibawa ke bengkel. Hasilnya? Beberapa peranti CVT pun harus diganti baru. Waduhh…

Buat skutik, memang boleh dibilang agak riskan kalo nerjang banjir yang tingginya udah lebih dari satu ban.  Banyak peranti yang terancam bubar. Salah satunya, ya peranti di CVT itu, kayak belt, roller, puli dan lainnya. Kalo diitung-itung, ongkos perbaikan atau ganti partnya juga lumayan, bradsis. “Gue ampir abis Rp 500 ribuan brad!” keluhnya.

Nahh… makanya, kalo ogah ngalamin kayak gitu,  jangan maksa bin nekat, dong. “Musuh peranti CVT kan ada dua brad. Air dan minyak. Kalo udah masuk ke ruang CVT, bisa berabe urusannya!” bilang Rahman, mekanik dari bengkel umum Rahman Motor di kawasan Jl. Raya Joglo, Jakbar.  

Oke, biar makin paham, sebenernya di dalam CVT terbagi 2 bagian yang dihubungkan oleh drive belt (belt penggerak/v-belt). Bagian depan terdiri dari drive pully face (pully penggerak depan), movable drive face, weight rollers (roller) dan ramp plate. Bagian belakang terdiri dari centrifugal clutch (kopling sentrifugal), movable driven face dan driven face.

Trus, gimana kalo peranti CVT udah bermasalah kayak dialamin Roby? Ya baiknya diservis dan diganti baru kalo emang fungsinya sudah gak maksimal lagi, bradsis. Indikasinya, tarikan berat dan muncul bunyi berdecit, tanda selip. Wokehh.. buat panduan bradsis, berikut ini ME kasih tips ngecek part CVT yang emang sudah aus.
1. Lepas dulu rumah CVT.  Tiap skutik ukuran baut dan jumlahnya beda-beda ya. Terpenting cover peranti penggerak ini harus dibuka dulu.
2.  Kalo sudah dibuka, akan kelihatan mekanisme CVT. Sekarang kita buka dan cek peranti CVT satu per satu. Misal, rumah puli, roller, v-belt dan peranti lain. Buat memudahkan buka puli, gunakan kunci khusus (special tools) atau treker,
3. Jika sudah terlepas, cek kondisi v-belt, apa masih baik atau tidak? Atau malah sudah retak? Ngeceknya, balik belt, lalu ditekuk. Bila geriginya aus, rompal atau malah retak, kudu diganti.
4. Sekarang periksa tapak dalam clutch outer (mangkuk/teromol sentrifugal), bersihkan permukaan dalamnya pakai ampelas halus. Kalau sudah kemakan dalam/aus, mending segera ganti. Dalam pemakaian sehari-hari, peranti ini bisa aus. Apalagi ditambah kerja mesin lebih berat untuk menerjang banjir (putran mesin dipaksa meninggi). Karena kalo sudah aus, kinerja kampas sentrifugal jadi lambat, alhasil transfer tenaga juga ikut letoy. Besutan pun justru nantinya akan  tambah boros bensin.
5. Berikutnya deteksi keadaan roller. Akibat kinerja mesin yang berlebihan dan dipaksa, akan mempercepat peranti ini rusak atau peyang (tidak rata). Kalo yang problem Cuma satu, better diganti semua, biar fungsinya tetap maksimal.
6. Cek juga ketebalan kampas sentrifugal, kalau aus atau sudah menipis, cepet diganti. Fungsi komponen ini, nekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda. Kalau kampas ini udah gak normal, transfer tenaga juga jadi lemot, tarikan motor gak ada
7. Semua part beres dicek dan diganti? Jangan lupa, kasih gemuk khusus (gak gampang meleleh alias tahan panas, karena ruang CVT panas) ya, pada bagian, seperti spacer yang ngadep langsung sama v-belt.

Teks & Foto: Antono (redaksi@motorexpertz.com), Join us on fanpage & twitter: @motorexpertz, Pin BB: 24B2AFEE

Harga Part dan Ongkos Servis
Roller:  Rp 54 ribu/set (Honda),  Rp 120 ribu/set (Yamaha),  Rp 108 ribu/set (Suzuki)
V-Belt:  Rp 120 ribu (Honda), Rp 66 ribu (Yamaha),  Rp 110 ribu (Suzuki)
Mangkuk sentrifugal: Rp 90 ribu (Honda), Rp 165 ribu (Yamaha),  Rp 100 ribu (Suzuki)
Kampas sentrifugal: Rp 220  ribu (Honda), Rp 235 ribu (Yamaha),     Rp 225 ribu (Suzuki)
Ongkos servis: Rp 35 ribu (Honda), Rp 30 ribu (Yamaha),  Rp 30 ribu (Suzuki)

Catatan: Harga di atas sebagai patokan. Harga bisa berubah tanpa pemberitahuan lebih dulu

  402 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !