Tarikan Responsif, Napas Pun Panjang..
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-TEST
06
Mei
2013

Tarikan Responsif, Napas Pun Panjang..

  52778   0

Tarikan Responsif, Napas Pun Panjang
 
BANDUNG, ME. Selesai launching Suzuki Shooter 115 Fi di Bandung (4-5/5), ME bareng rombongan lainnya langsung berangkat ke Mega Camp Suzuki di Cimahi. Bukan buat test ride bradsis, tapi pelepasan turing Melesat Tangguh ke Tangkuban Perahu. Abis itu baru deh kita jajal nih bebek injeksi Suzuki yang satu ini.
******
Shooter Lincah Sih... Tapi...
 
 Sayangnya, ME gak sempet nyobain yang ke Tangkuban Perahu nih bradsis, tapi nunggu dulu rombongan balik dari Tangkuban Perahu. Nunggunya gak di Mega Camp, tapi di restoran Sindang Reret bradsis. Nah, begitu rombongan udah sampe, langsung ME palak salah satu motor tadi buat dijajal.
 
Ternyata di Sindang Reret ada komplek penginapannya bradsis, tempatnya lumayan cocok buat nyobain ketangguhan dan keunggulan Shooter 115 Fi ini. Trek lurus ada di tempat parkirnya, jalanan rusaknya juga ada, tanjakan juga ada lah. Udah ahh, yuk langsung jalan aja.
 
Desain
Desainnya sih oke buat ukuran motor bebek bradsis, striping dan desain bodi cukup speedy dan sporty. Warna mesin yang hitam juga bikin motor keliatan lebih garang. Desain lampu yang lebih lebar dari Smash Titan juga bikin penerangan lebih luas dan terang. Lampu seinnya mirip-mirip sama yang ada di Hayabusa. Joknya lebih lebar, karena kapasitas bagasinya juga gede bradsis, ukuran 8 liter.
 
Penilaian Tim ME: 8, pilihan warnanya cukup variatif, desainnya sporty.
 
 
Handling & Suspensi
Waktu lewatin jalanan rusak, suspensinya emang sedikit keras. Mungkin Suzuki emang mensetting suspensi ini buat nahan bobot yang lumayan berat, karena frame dan swing arm Shooter yang baru ini juga dibuat dengan tujuan itu bradsis. Tapi settingan suspensi yang keras bisa bikin motor ini lebih stabil saat ngebut.
 
Motor ini juga lebih enteng bradsis dari pendahulunya, wong beratnya cuma sekitar 91-94 kg doang kok. Dimensi motor yang terbilang ramping (PxLxT = 1910 x 690 x 1085 mm) bikin brader n sista lebih percaya diri buat salip-menyalip di kepadatan lalu-lintas.
 
Posisi setang dirasa terlalu mundur ke belakang, agak sedikit kagok buat belokin setang, khususnya buat brader n sista yang kakinya panjang, duduknya mesti lebih geser ke belakang juga jadinya. Jarak terendah ke tanah (ground clearance) juga cukup tinggi, gak perlu takut buat lewatin polisi tidur yang kejam atau banjir yang gak terlalu tinggi.
 
Penilaian Tim ME: 8, gak cuma enteng,  tapi gesit, dan stabil.
 
 
Riding Position
Tadi udah sedikit disinggung di atas mengenai posisi setangnya yang dirasa terlalu mundur. Kalo buat pengendara yang kakinya panjang kayaknya duduknya mesti sedikit mundur. Tapi buat yang kakinya pendek, juga kayaknya mesti sedikit jinjit bradsis, karena ground clearance-nya cukup tinggi.
 
Selain itu, posisi jok yang lebar juga bikin duduk sedikit mengangkang. Buat sista yang naik Shooter, mending hindari penggunaan rok, biar nyaman ngendarainnya.
 
Penilaian Tim ME: 7, kenyamanan posisi duduk tergantung dari tinggi si pengendara.
 
 
Performa
Sekarang lanjut ke tenaganya nih. Awalnya, ME pikir dengan mesin yang lebih kecil, larinya bakal ketinggalan bradsis. Tapi ternyata saat digas, lumayan responsif kok. Selain itu, napasnya pun panjang. Maklum, Shooter merupakan besutan berkarakter overstroke alias langkahnya panjang (diameter x langkah: 51,0 x 55,4 mm). Didukung lagi sama bobot kendaraan yang gak sampe 100 kg, bikin larinya jadi lebih yahud. Untuk top speed, maaf-maaf nih bradsis, lokasi test ride-nya kurang mendukung buat nyobain seberapa mumpuni mesin Shooter dengan teknologi LEAP (Light Efficient and Powerful) ini.
 
Tapi intinya sih, mesinnya cukup bertenaga bradsis. Gas yang responsif dan napas yang panjang dipadu bobot yang terbilang ringan bikin motor ini lancar jaya buat ngebut. Cuma yang perlu diperhatiin, kalo dipake keluar kota dan berpapasan (lawan arah) sama mobil-mobil gede, bus atau truk, bikin motor goyang gak ya?
 
Penilaian Tim ME: 8, tarikan gas lebih responsif dan napasnya lebih panjang.
 
 
Konsumsi BBM
Suzuki emang gak ngeluarin pernyataan seberapa iritnya Shooter 115 Fi ini. Mereka cuma bilang bebek injeksi ini lebih irit 37% dari para pendahulunya yang masih pake karburator. Menurut Tommy Ernawan selaku 2W Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Shooter ini cuma turun setengah bar setelah diajak jalan dari Cimahi ke Tangkuban Perahu. Itu aja udah ngelewatin macet dan jalan menanjak bradsis. Okelah, nanti ME akan tes lagi sendiri dan lebih sadis..
 
Penilaian Tim ME: 8, bensinnya irit, didukung juga sama motornya yang enteng.
 
 
Fungsi Rem
Remnya cukup responsif bradsis, tapi itu untuk yang tipe SR dan R. Kalo untuk yang tipe standard, ME belum bisa komentar nih, karena Suzuki gak nyediain unit yang standard untuk dibawa turing kemaren.
 
Penilaian Tim ME: 8, remnya cukup pakem, mendukung larinya yang cukup kencang.
 
 
Fitur dan Teknologi
Untuk yang satu ini, udah ME bahas di artikel-artikel lainnya tentang Suzuki Shooter 115 Fi. Tapi yang jelas, Shooter gak ketinggalan dibanding kompetitornya bradsis. Fitur dan teknologinya boleh diadu dengan bebek lainnya yang sekelas.
 
Penilaian Tim ME: 8, cukup berkelas untuk kelas bebek entry level.
 
 
Kesimpulan
Dari hasil test ride, ME berani nyimpulin bebek injeksi Suzuki ini terbilang keren, canggih, dan kencang. Buat dipake di perkotaan pantas, di pedesaan pun juga cocok. Fitur dan teknologinya gak kalah sama bebek lain di kelasnya. Beban yang ringan ditunjang dengan performa yang bagus, bikin motor ini bisa ngebut tanpa perlu khawatir sama konsumsi BBM. Walaupun bisa diajak ngebut, tapi sistem pengeremannya tetap menunjang. Nilai keseluruhan ME kasih: 8 nih. Tampilan, tenaga, efisiensi bahan bakar cukup terbayar untuk banderol yang ditetapkan dari 3 tipe pilihan.
 
Spesifikasi Shooter 115 Fi:
Dimensi:
PxLxT: 1.910 x 690 x 1.085 mm
Jarak antara as roda: 1.220 mm
Jarak mesin ke tanah: 145 mm
Berat: 91 kg (standard), 93 kg (R), 94 kg (SR)
 
Mesin:
Jenis: 4 Langkah, SOHC, 2 katup berpendingin udara
Diameter silinder: 51,0 mm
Langkah piston: 55,4 mm
Isi silinder: 113 cc
Daya maksimum: 6,9 kW (9,3 PS) / 8.000 rpm
Torsi maksimum: 9,1 Nm / 6.000 rpm
Sistem pengabutan bahan bakar: Fuel Injection
Sistem starter: Kick & electric starter
Transmisi: 4 Percepatan konstan
Arah perpindahan gigi Kebawah dan Rotasi (N-1-2-3-4-N)
 
Rangka:
Suspensi depan: Teleskopik, pegas ulir, bantalan oli
Suspensi belakang: :engan ayun, pegas ulir, bantalan oli
Ukuran ban depan: 70/90-17 M/C 38P
Ukuran ban belakang: 80/90-17 M/C 44P
Rem depan: Tromol (standard), Cakram (R), Cakram (SR)
Rem belakang: Tromol
Velg: Jari-jari (standard), Jari-jari (R), Cast wheel (SR)
 
Kapasitas:
Tangki bahan bakar: 3,7 liter
Bagasi bawah jok: 8,0 liter
 
Text & photo: Donny (donny@motorexpertz.com), Join us on fanpage: Motorexpertz, twitter: @MotorExpertz, and PIN BB: 24B2AFEE

  490 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !