Review Test TVS Apache RTR 180, Real Beast!
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-TEST
23
Mei
2013

Review Test TVS Apache RTR 180, Real Beast!

  17982   0

Apache RTR 180

JAKARTA, ME. Kemunculan varian terbaru produk rilisan PT TVS Motor Company Indonesia (TVS-MCI); Apache RTR series (160 dan 180) emang bikin rasa penaran motorexpertiz dikilik-kilik. Meski sudah berjalan setahun lebih, masih banyak yang nanya. ME aja sering banget dapet pertanyaan, soal motor itu. Tampang udah bengis kayak The Beast, tenaganya gimana? Makanya perlu dites, nih!

*******************

Over All Mantap lah..

Sokbreker standar, cukup mumpuniRem cakram belakang cukup jadi modal

Sempet agak bimbang juga, waktu ME mau ngajuin peminjaman unit varian TVS Apache RTR ini. Maklum, sebagai media onlie baru, brad  n sis. Tapi nekad dan pede aja. Faks surat pinjaman pun dikirim, dan hasilnyaaaa... sungguh di luar perkiraaan awal. “Silakan aja brader. Kita seneng kok, mau direview test dan pastinya kita juga suka baca artikel-artikel di ME!” jawab Nurlida Fatmikasari, Corporate Communication (Corcom) PT TVS-MCI saat itu.

Pengujian model tabung infusEnak dikendarainya

Cuma ya gitu, sebagai motor yang emang banyak menyedot perhatian motorexpertiz dan media ini, pastinya padet banget jadwal ‘diperkosanya’. “Tapi sori nih, brad. Unit tes New Apache RTR emang jadwalnya padet banget. Saat ini yang tersedia untuk Apache RTR 180 dan itu pun ME hanya punya waktu 3 hari peminjaman. Karena setelah itu, ada yang mau pinjam juga!” bilang perempuan yang biasa dipanggil Mieke ini. Ohhh... gak masalah Mbak!

Syukurlah, sehari setelah surat difaks, unit Apache RTR 180 warna putih pun nyampe ke markas ME. Wah, thanks ya Mbak Mieke, atas pinjaman motornya. ME pun pastinya ogah buang waktu dan sia-siain kesempatan ngetes. Jamak aja, sejak dilaunching 11 Juni tahun lalu, ME emang belom sempet ngereview tes lebih jauh. Terus, biar dapet gambaran hasil tes lebih bervariatif, ME juga ngajak beberapa pembaca yang sama penasarannya.

Sebenarnya, saat ME umumin ngetes bareng Apache RTR 180 lewat FB, banyak pembaca yang pengen banget  ikutan. Cuma karena waktu yang disediain terbatas, terpaksa kali ini pesertanya harus diseleksi lima orang. Maaf ya brad n sis yang belom sempet keajak ngetes produk baru bareng. Lain kali kita bikin program serupa, kalo ada produk baru dan jumlah pesertanya akan dibuat lebih banyak lagi biar seru.

Gimana hasilnya? Sabar brad n sis, pastinya di bawah ME paparin hasil tes ala kita. Artinya, diawali hasil tes oleh tim tester ME dulu, baru setelah itu testimoni dari kelima motorexpertiz yang diajak ngejajal motor itu. Di antaranya ada brader AA Gde Wipra Pratistha, Mustafa Kemal P, Ricco R, Festo F dan Panji Maulana. Sekarang, inilah pendapat kami.

Desain: Poin 8

Kenapa tim ME memberi nilai segitu? Karena jujur, kalo dari tampilan, New Apache RTR ini lebih agresif, futuristik dan enak dilihat. Simpelnya, lebih stylish, lah. Kalo dibanding varian terdahulu, perubahan cukup signifikan bisa dilihat. Baik desain tangki, jok, hingga headlmap. Cocok kalo disebut-sebut auranya bagai the beast. Meski tipe 180 cc disasar buat motorexpertiz yang lebih mature, tapi mature pengguna Apache ini tentu beda. “Lebih bernyali, seneng adventure dan suka sama besutan yang emang punya tenaga badak, dengan kata lain; powerful,” kata Pramod Kulkarni, Head of Marketing & Engineering PT TVS-MCI.

Performa: Poin 8

Keagresifan mesin berkapasitas 180 cc yang didapat dari diameter x langkah: 62,5 x 57,8 mm (overbore), sudah terasa sejak bukaan gas awal. Tepatnya pada putaran mesin 2.300-2.400 sudah terasa buncahan tenaganya. Suara mesin juga halus, tinggal oper gigi-nya yang terasa enteng, Apache 180 ini langsung ngikutin kemauan rider, hmm… mantep.

Gedoran tenaga yang diklaim sampai 17,03 dk/8.500 rpm berpadu torsi puncaknya mencapai 15,5 Nm/6.500 rpm, ternyata gak cuma bisa dirasakan di rpm-rpm awal, tapi menengah ke atas (7.000-9.000-an) kuda besi asal India ini tetap bertenaga. Rambatan power terasa cepat,  dipakai di  lalu-lintas padat kayak Jakarta, masih enak lah. Karena ME pakai tester berbobot 65 kg dan tinggi 170, Apache ini bisa melesat cepat. Menggunakan pencatat akselerasi dari Android, tertera angka 4,2 detik. Rasanya pas dengan klaim produsennya, nih. Sedang top speednya, ME dapat di angka 124 km/jam saat diuji di jalan lengang malam hari sepanjang 2 km. Angka sama juga didapat saat ME mencatat lewat fitur pencatat kecepatan puncak yang tersedia di motor ini.

Fitur: Poin 8

Terbilang cukup lengkap. Selain memiliki desain baru yang lebih stylish dari headlamp sampai bodi, juga dilengkapi fitur lain. Misal panel indikator paduan digital dan analog. Pencatat jarak tempuh (tripmeter) dan lainnya. “Oh iya, besutan ini juga sudah mengadopsi AHO (automatic headlight on) yang dilengkapi sakelar pengatur pencahayaan sorot lampu utama,” tambah Kulkarni. Sokbreker tabungnya model gas juga punya value tersendiri. Belom lagi lampu-lampu yang dimix dengan LED. Terkesan modern, brad n sis.

Handling: Poin 8

Kestabilannya patut diacungi jempol. Bisa jadi karena dukungan wheelbase cukup panjang  (1.326 mm). Sokbreker baik depan dan belakang juga berkerja sempurna. Baik itu saat menghantam jalan tak rata, terlebih aspal mulus. Saat diajak bermanuver cepat, bodi belakang Apache 180 ini langsung mengikuti, tak ada gejala oleng atau roda belakang bergeser. Maklumlah, bannya yang kini ukuran 17 inci, juga sudah pakai IRC NR82, terasa menggigit sempurna ke aspal. 

Konsumsi BBM: Poin 8

Pengujian menggunakan metode infus. Bahan bakar ditaruh di botol yang disalurkan langsung ke karburator. Buat motor sport berkapasitas 180 cc ini, kayaknya terbilang hemat kok. Karena ME dapatkan angka 37 km/liter. Pengetesan dilakukan malam hari sampai bahan bakar yang disediakan di tabung sebanyak 1 liter habis..bis…bis…

Resale Value: Poin 8

Kalo ngeliat harganya yang Rp 17,8 juta, dibanding sama segambreng fitur dan eksklusivitas desain yang disodorkan, rasanya cukup terbayar, brad n sis. Karena untuk motor sekelas, dibanderol pada kisaran harga yang sama. Sekarang yang jadi pe’er penting PT TVS-MCI adalah, harus rajin berpromo dan mengenalkan produk ini di masyarakat. Sehingga keyakinan konsumen untuk membeli Apache RTR 180 benar-benar kuat. 

 

Tes Bareng Konsumen

Ngetes ala kru ME sudah. Sekarang giliran nguji motor ini bareng konsumen yang kami pilih secara acak. Pastinya, mereka adalah pengguna motor, dari bebek, sport sampai skutik. Seperti apa hasilnya? Berikut ini testimoni dari kelima motorexpertiz pilihann ME.

A.A Gde Wipra Pratistha Warga

Mantaffff“Suspensinya jempol bang. Empuk banget! Jadi pas ketemu jalan bergelombang tetap nyaman, buat menikung juga stabil. Mantap banget deh. Harganya juga realistis, kok. Saya denger, TVS juga punya pabrik kan, di Indonesia. Jadi gak khawatir sama kelangsungan spare-partnya!”

 

 

Mustafa Kemal P, Warga Bintaro,Tangsel. Wiraswasta

Kelihatan gede“Enak...nyaman, motornya gak tinggi, jadi kaki bisa napak ke aspal. Meski dimensinya keliatan gede, tapi enteng, lo. Gue ngerasa, karakter mesin TVS beda ya, dibanding produk-produk Jepang di kelas yang sama. But, so far sih not bad lah.”

 

 

Ricco R, Warga Cibubur, Jaktim, Kepala Mekanik Bengkel Umum

Nyaman buat turing“Kontur setangnya nyaman buat turing, gak cepet capek, tarikannya enteng. Akselerasi bawah lumayan cepat, permainan setting di karbu lewat spuyer dan knalpot udah cukup. Dijamin makin nendang, brad!”

 

 

 

Festo F, Warga Kebon Jeruk, Jakbar, Pegawai Bank

“Koplingnya lembut yah, perpindahan gigi juga empuk dan enggak mudah miss, cuma netralinnya, gue perlu usaha, nih. Sedikit agak keras. Tapi jujur, kayaknya asyik juga kalo punya satu.”

Panji Maulana, Warga Meruya, Jakbar, Mahasiswa

Masih ngerasain getar“Kalo gue ngerasa masih ada getaran sedikit, nih. Terutama di di tangan dan dijok. Karena yang gue rasain, tangan yang dulu sempet kena masalah, terasa sedikit agak ngilu. Tapi over all sih mantep!”

Teks dan Foto: Lino, Editor: Fajar (redaksi@motorexpertz.com), Join us on fanpage & twitter: @motorexpertz, Pin BB: 24B2AFEE

  633 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !