Knowledge Koil Motor Injeksi: Awas, Jangan Asal Pakai Yaa!
GM Juli 2015
Dunia Scooter Magazine
Achilles Tire
PRODUCT KNOWLEDGE
12
Feb
2015

Knowledge Koil Motor Injeksi: Awas, Jangan Asal Pakai Yaa!

  71923   0
Awas, Jangan Asal Pakai Yaa!
Awas, Jangan Asal Pakai Yaa!
Sudah disediakan kok soketnya, tinggal cklekk..
Sudah disediakan kok soketnya, tinggal cklekk..
Tuh, keliatan 'kan ada dua catu dayanya
Tuh, keliatan 'kan ada dua catu dayanya
Ini koil buat yang suka betot-betot gas
Ini koil buat yang suka betot-betot gas

JAKARTA, ME. Musim injeksi sudah dimulai dari kapan tau, bradsis. Masih aja ada yang bertanya ke redaksi ME kalau motor injeksi mau ganti koil gimana? Merek apa? Skip dulu deh ngomongin merek, loe tau gak sebenernya yang namanya koil buat injeksi dan karbu itu berbeda?

“Beda jauh lho brad, soalnya sistem dari injeksi yang mengunakan ECU membutuhkan output dari koil yang nanti akan diproses outputnya dan akan memerintahkan koil untuk meletikkan api ke busi. Perbedaan paling menonjol terletak di tahanan. Kalau di koil untuk motor CDI, biasanya tahanannya berkisar di bawah 1,5 ohm. Tapi kalau untuk motor injeksi, tahanannya bermain sekitar 2 ohm. Pokoknya salah pakai koil, bisa bikin sikring putus sebagai pengaman awal,” papar Freddy A. Gautama dari Ultraspeed Racing.

Masih ujarnya, “Perbedaan besarnya tahanan ini, terkait dengan cara kerja yang berbeda dari part pengantar percikan api ke busi itu. Kalau di koil tipe CDI, output yang keluar dari CDI dilipatgandakan lagi oleh koil. Misalnya, dari output yang keluar sekitar 200 volt, maka oleh koil dilipatgandakan menjadi 20.000 volt. Sedikit berbeda dengan koil tipe injeksi. Selain dari koil, proses untuk membuat percikan api lebih besar juga tergantung dari voltase aki. Hal ini juga dikontrol oleh ECU. Jadi, ECU hanya memberikan signal ke koil kapan harus meletik atau tidak berdasar input yang diterima dari sensor. Jadi, besarnya api bukan tergantung dari CDI.”

Gimana, sekarang udah paham? Sebetulnya, gampang kok untuk membedakan koil ini, karena secara fisik koil ini juga berbeda jauh. Kalau koil injeksi, produsen koil sudah membuat dengan 2 terminal, bukan 1 terminal seperti koil tipe CDI.

Nah, sedangkan untuk merek, loe bisa incer koil lansiran UltraSpeed Racing, bradsis. Ada 2 tipe, yang pertama Koil Protec Injection untuk motor injeksi standaran alias tanpa ubahan apapun dengan harga Rp 195 ribu. Kedua, Koil UltraSpeed injection untuk motor injeksi yang sudah mengalami ubahan kapasitas mesin yang bisa dipinang dengan harga Rp 400 ribu saja.

Penasaran kayak apa nanti kalau mengaplikasi koil jenis ini? Nantikan saja artikel terkait tentang pengetesan kedua koil tersebut, bradsis..

Text: Iman (iman@motorexpertz.com),
Text editor: Acip ST,
Photo: Iman
  459 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (18)
B. Yamaha WR 250 R (48)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !