HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ROAD-RACE
23
Mar
2015

HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport

  25637   0
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport
HRC 2015: Pembalap Harus Cepat Terbiasa Balapan Pakai Motor Sport

BANDUNG, ME. Sirkuit Brigif Kujang II Cimahi jadi saksi keseruan seri perdana ajang balap Honda Racing Championship (HRC) 2015. Event yang dihelat 21-22 Maret 2015 kemarin ini hadirkan nuansa baru pada musim balap tahun ini dengan membuka kelas Sport 150cc Tune-Up Seeded.
 
Jadi, kelas Sport 150cc ini akan jadi fokus utama Honda pada gelaran HRC yang akan berlangsung sebanyak 8 seri selama tahun ini, bradsis. “Dengan kelas sport ini diharapkan jadi ajang untuk mempercepat proses pematangan keterampilan pembalap Indonesia menuju pentas balap dunia,” bilang A.Indraputra, General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor (AHM).
 
Terkait soal kondisi lintasan yang lebih sering digunakan untuk balap motor bebek, pihak AHM mengklaim telah lakukan perubahan meski tak terlalu signifikan. “Pada setiap serinya nanti dengan perbedaan desain sirkuit di masing-masing kota, kita pasti akan lakukan penyesuaian. Prioritasnya agar trek lebih safety untuk balap motor sport,” ujar Anggono Iriawan.
 
Komentar pun juga keluar dari pembalap seperti Aditya Pangestu yang ikut turun di kelas Sport 150cc Tune Up Seeded. “Karakter sirkuit sih sebenarnya tak jauh beda dengan biasanya atau seperti tahun lalu. Tapi di beberapa titik, tikungannya dibuat tak terlalu tajam atau lebih landai,” jelas pembalap asal Subang yang menggeber Honda CBR150R.
 
“Saya rasa bukan masalah berat menggunakan motor sport 150cc di trek non permanen seperti Sirkuit Brigif ini. Toh, layoutnya sendiri dibuat lebih pas dengan banyak karakter rolling speed,” tambah Wawan Hermawan dari tim Astra Motor Racing Team Jogjakarta usai race (22/3). Maksudnya, dengan karakter tikungan yang masih bisa dipakai rolling speed, motor masih bisa keluar masuk tikungan dengan cepat.
 
Memang jadi tantangan bagi AHM untuk mempercepat program pembalap Indonesia bisa ikutan di ajang kancah balap internasional, bradsis. Tapi dengan program kelas motor sport pada ajang HRC, para pembalap pun diajak bekerja cepat untuk bisa adapatasi dengan karakter, riding position, dan power motor sport.
 
“Tergantung pembalapnya. Soal sirkuit di beberapa kota yang non permanen dan biasanya lebih sering dipakai untuk balap motor bebek dan sekarang ada kelas baru ini. Pembalap mau belajar sungguh-sungguh atau hanya sekedar ikut meramaikan saja? Saya rasa strategi AHM untuk tahapan pembinaan pembalap ini sudah tepat,” tutup Ahmad Jayadi bos tim Daya Honda Jayadi KYT Showa FNI FDR.

Text: Ismet (ismet@motorexpertz.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Ismet
  706 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !