Impresi ME, Moto Guzzi V7 II Stone: Tenaga Buas Khas Moge Italia, Handling Meyakinkan
GM Juli 2015
Dunia Scooter Magazine
Achilles Tire
FIRST RIDE
17
Nov
2015

Impresi ME, Moto Guzzi V7 II Stone: Tenaga Buas Khas Moge Italia, Handling Meyakinkan

  7001   0
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone
Moto Guzzi V7 II Stone

JAKARTA, ME. PT Piaggio Indonesia (PID) tahun ini secara resmi memperkenalkan pabrikan legendaris asal Italia, yakni Moto Guzzi. PID memboyong beberapa modelnya ke Tanah Air, dan tim ME pun berkesempatan untuk menjajal kebolehan dari salah satu model yang mereka bawa, yakni V7 II Stone, bradsis..
 
Moto Guzzi yang udah berkecimpung di dunia otomotif roda dua sejak 15 Maret 1921 pasti dikenal sama semua pecinta motor. Pekan lalu (12/11), PID selaku distributor dari Moto Guzzi, memberikan kesempatan kepada media dan pengunjung Pondok Indah Mall untuk test ride. Tanpa pikir panjang tim ME langsung mencoba varian V7 II Stone yang punya tampilan klasik ini. 
 
Dari tampang, motor ini punya tampilan yang keren abis, bradsis. Saat pertama kali menduduki joknya, hal pertama yang akan loe dapat adalah kesan nyaman dan mewah.
 
Untuk posisi duduk, tim ME yang punya postur tinggi 172 cm dengan berat badan sekitar 76 kg juga merasa nyaman dengan posisi duduk yang agak tinggi. Walaupun agak tinggi, tapi masih bisa napak kok, bradsis. Posisi duduknya juga enak lho, bisa dibilang tidak terlalu membuat pengendara cepat merasa lelah. Joknya yang empuk serasa memeluk supaya kita tidak mau turun dari motor legendaris asal Italia ini.
 
Kunci kontak mulai dinyalakan, dan mesinnya mulai teriak-teriak berasa mau ngacir. Pada speedometer di sini ada sedikit keanehan, nggak ada indikator bensin yang menunjukkan kalau bensinnya full atau kosong. Nah lho, tapi walau begitu, tetep ada indikator lampu yang akan berkedip merah ketika bensin sudah harus diisi nih, bradsis.
 
Secara tampilan, fitur tombol yang ada di V7 II Stone ini masih sama dengan motor lainnya. Speedometer dibalut dengan gaya manual dan digital, di bagian digital terdapat indikator yang menunjukkan suhu mesin. Sedangkan di bagian manual, mengarahkan pengendara untuk melihat kecepatan dan rpm yang ditempuh.
 
Penasaran dengan kelincahannya, tim ME pun segera membawa motor yang memiliki berat sekitar 189 kg ini untuk melibas jalanan di sekitaran Pondok Indah. Moto Guzzi ini nggak hanya memberikan kenyamanan aja lho, terbukti motor ini juga punya kelincahan dan handling yang cukup dinamis dalam pergerakannya.
 
Tenaga yang dikeluarkan dari motor yang memiliki jantung mesin 744cc ini cukup buas. Karakter mesin sangat bertenaga dan punya torsi melimpah yang dapat menghasilkan tenaga maksimal 46,9 dk di 6.250 rpm, dan tenaga maksimum 59 Nm di 3.000 rpm. 
 
V7 II Stone ini dibekali dengan 3 kontrol traksi di mesin, bradsis. Untuk step 1, tenaga motor pastinya akan tidak terlalu besar. Namun begitu masuk ke step 2, dan 3, tenaga motor ini akan semakin bertambah sesuai dengan tingkatannya.
 
Untuk pengereman, motor ini sudah dibekali dengan sistem ABS yang dilengkapi dengan cakram depan dan belakang. Ketika gas motor sudah dibejek, hal yang pasti terasa adalah ketika tim ME sedang bermanuver. Pasalnya, motor ini berpenggerak roda belakang gardan, maka terdapat sedikit goyang ke kiri, bradsis.
 
Tapi itu bukan masalah kok, karena memang motor yang menggunakan gardan akan terasa seperti itu. Sambil merasakan kepadatan lalu lintas, tim ME melaju tanpa merasakan adanya hawa panas dari sektor mesin, walaupun mesin V-Twin ini sangat dekat dengan dengkul.
 
Suspensi yang diberikan oleh Moto Guzzi juga terbilang asyik banget buat nimpalin jalanan dengan kontur jalan yang rusak atau sekedar melibas polisi tidur di kawasan komplek. Pada saat tim ME berkendara sendiri, suspensi agak sedikit keras, tetapi ketika dikendarai berdua, suspensi berjalan secara maksimal untuk meredam kejut dari jalanan. Rasanya sih kaya main ayunan, bradsis, hehe..
 
Setiap motor pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tim ME merasa kekurangan motor ini terletak ketika berboncengan. Ketika berboncengan, pengendara yang dibonceng akan sedikit merasa khawatir, karena takut akan terperosot ke belakang, karena V7 II Stone ini memang tidak memiliki pegangan belakang, bradsis.
 
Walaupun begitu, boncenger tetap masih bisa berpegangan di area jok atau dapat berpegangan pada si pengendara agar merasa lebih aman dan nyaman. Apalagi kalo loe boncengan sama cewek, pasti dipeluk deh sama ceweknya, hehehe..
 
PID membandrol Moto Guzzi V7 II Stone ini dengan harga Off The Road sekitar Rp 357.100.000. Pastinya harga tersebut berbeda-beda untuk setiap daerah di Indonesia, bradsis. Dari kesempatan test ride tersebut, Tim ME sepakat untuk memberikan penilaian pada Moto Guzzi ini.
 
Kekurangan Moto Guzzi V7 II Stone :
- Indikator bensin tidak terlihat di area speedometer.
- Sokbreker belakang terasa sedikit keras jika diperuntukkan untuk berkendara sendiri dengan berat dibawah 80 kilogram.
- Posisi boncenger sedikit memberikan rasa khawatir takut terjatuh ke belakang ketika dibonceng, karena tidak ada pegangan belakang.
 
Kelebihan Moto Guzzi V7 II Stone :
- Tenaga terasa buas di putaran bawah hingga atas.
- Posisi duduk dan jok yang empuk membuat nyaman untuk berkendara di perkotaan.
- Tampilan dan fitur yang dimiliki cukup mewah, nggak salah untuk dibawa bergaya.

Text: Rizen (rizenp@gmail.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Ismet
  256 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (19)
B. Yamaha WR 250 R (49)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !