Progress Honda Lambat, Langkah Modifikasi yang Gak Ada Gunanya?
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
MOTOGP
18
Nov
2015

Progress Honda Lambat, Langkah Modifikasi yang Gak Ada Gunanya?

  15240   0
Langkah Modifikasi Yang Gak Ada Gunanya?
Langkah Modifikasi Yang Gak Ada Gunanya?

VALENCIA, ME. Musim ini jelas sulit buat kubu Honda, bradsis. Sepanjang musim kedua pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, harus banting tulang ngejinakin mesin Honda RC213V 2015 demi hasil yang terbaik..

Baik Marquez atau Pedrosa, problem mereka sama, yakni karakteristik mesin Honda RC213V yang dikenal agresif musim ini. Akhirnya Honda pun melakukan langkah modifikasi di beberapa bagian motor, bradsis. Bagaimana hasilnya?

Demi ningkatin daya kuda di musim ini, Honda merancang kedua RCV justru jadi monster bagi kedua pembalapnya. Memang level power mesin tahun ini meningkat drastis, bradsis. Musim ini rata-rata top speed Honda RCV berada di angka 345 km/jam. Hasil dari Free Practice MotoGP Italia, Mugello, salah satu sirkuit dengan trek lurus terpanjang dalam kalender MotoGP 2015.

Sayangnya, peningkatan ini membuat pembalap harus banting tulang. Power yang mudah didapat gak sebanding dengan karakter motor di atas lintasan. Terbukti di beberapa sirkuit, contohnya di Mugello dan Catalunya, Marquez ngalamin crash di tengah-tengah balapan.

“Kami mengubah throttle body, pipa knalpot dan Marc mengganti sasis menggunakan tahun model 2014 (ketika di Assen). Pokoknya kami, HRC, untuk tahun ini mesin tidak begitu ramah. Itu berarti Dani, Marc, Cal dan juga Scott berjuang untuk membuat lap terbaik mereka, karena karakteristik mesin ini,” ujar wakil Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Shuhei Nakamoto.

Progress Honda sendiri jadi terkesan terlambat, baru bergerak maju di paruh kedua musim ini. Sementara masalah utama Pedrosa di musim ini sama seperti di musim-musim sebelumnya, yakni cedera arm-pump. Tapi perombakan Honda sedikit memacu semangat Pedrosa setelah absen di tiga seri dengan menghasilkan dua kemenangan dari enam kali podium di musim ini.

Di kubu Marquez, penggunaan sasis RCV musim 2014 cukup membantu pembalap berusia 22 tahun ini, meskipun problem mesin enggak sepenuhnya hilang, bradsis. Jauh setelah injak podium pertama di Austin, juara dunia MotoGP dua kali ini baru ngerasain podium pertama lagi di paruh kedua, tepatnya di Sachsenring, Jerman.

Kalo ditotal, di musim ini Marquez berhasil menghasilkan lima kemenangan dari 11 kali podium. Dari sisi lain, performanya cukup gemilang dengan bantuan sasis tersebut, dengan hasil empat kemenangan dari tujuh kali podium di paruh kedua, bradsis.

Text: Dimas (dimas.back13@yahoo.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: therideadvice.com
  367 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !