Impresi ME, Moto Guzzi Audace: Nakal di Jalanan Dengan Tarikan Mesin V-Twin
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
FIRST RIDE
20
Nov
2015

Impresi ME, Moto Guzzi Audace: Nakal di Jalanan Dengan Tarikan Mesin V-Twin

  9263   0
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace
Test Ride Moto Guzzi Audace

JAKARTA, ME. PT Piaggio Indonesia (PID) pada Oktober lalu resmi merilis varian moge legendaris asal Italia, seperti Moto Guzzi dan Aprilia. Nah, kesempatan langka diberikan oleh PID kepada pengunjung Pondok Indah Mall untuk menjajal langsung unit Moto Guzzi akhir pekan lalu, bradsis..

Tim ME nggak melewatkan kesempatan ini dengan melihat langsung unit Moto Guzzi california Touring SE, V7 II Stone, V7 II Racer dan Audace. Salah satu yang menarik yaitu Moto Audace dengan warna hitam.

Penampilan gaharnya langsung tampak sesuai dengan namanya "Audace" dalam bahasa Italia yang bermakna "Berani". Warna hitamnya ini tambah sangar dengan tonjolan mesin boxer V-Twin 90 derajat, bradsis.

Saat duduk di atas jok, Audace termasuk nyaman bagi rider dengan tinggi 175 cm. Saat menggenggam setang, tangan harus usaha sedikit karena modelnya lebar yang bikin tangan tegak. Ini yang bikin posisi badan nggak bungkuk dan posisi kaki tetap nyaman agak maju ke depan.

Meski area pengetesan terbatas hanya seputaran Pondok Indah, tapi cukup memberikan gambaran bagi ME tentang Audace. Motor 1.400cc ini kurang cocok untuk harian, bradsis. Akan lebih nyaman lagi jika digunakan di akhir pekan atau riding jauh untuk merasakan ketangguhan dan sensasi motor ini.

Setang lebarnya bakalan bikin kesulitan saat harus bermanuver di jalanan kota saat macet. Makanya Audace lebih pantas untuk touring, bradsis. Ada fitur pendukung juga lho yang bisa digunakan. Ada 3 mode berkendara yang bisa memanjakan loe khusus untuk menghadapi jalanan yang beragam.

Fitur keamanan ini bisa dipakai sesuai selera dan karakter ridernya masing-masing. Ketiga mode berkendara yang dimaksud yaitu Turismo, Veloce dan Pioggia. Tim ME juga sempat merasakannya sendiri di jalanan. Turismo untuk penggunaan santai, Veloce untuk mode kekuatan penuh pada motor ini dan Pioggia bisa digunakan dalam kondisi jalanan licin atau saat hujan.

Settingan 3 mode ini bisa diganti saat riding, bradsis. Syaratnya gas harus ditutup saat akan menekan tombol mode. Fitur keselamatan lainnnya yaitu rem ABS, Moto Guzzi Traction Control dan ride-by-wire.

Karakter mesin boxer tentu beda dengan mesin biasa pada umumnya. Apalagi Audace dengan kapasitas 1.400cc-nya. Getaran motor dengan putaran mesinnya sangat khas. Juga saat gas dipelintir, motor akan terasa ditonjok ke arah kiri dan kanan.

Merasakan jalanan kosong, Audace langsung coba diajak lari. Di atas kertas, mesinnya mampu semburkan tenaga 71 kW pada 6.500 rpm dan torsi maksimalnya 121 Nm pada 2.750 rpm. Saat mesin mulai dinyalakan aja getarannya udah khas, bradsis. Kaki harus siap-siap menopang saat tonjokan mesin boxernya terasa.

Mulai meliuk-liuk di hiruk pikuk jalanan Audace perlu sedikit adaptasi buat ridernya. Badan yang tegak harus tetap sigap saat harus bermanuver dengan setang lebarnya. Tapi saat melibas trek lurus, Audace enteng banget menyentuh angka 80 km/jam. Sayang rute pengetesan masih di jalan raya nih.

Tapi yang paling diingat tim ME dari Audace yaitu posisi riding yang nyaman. Dengan jok empuk dan besar, beberapa panel indikator di setang juga mudah diraih. Termasuk tombol cruise control di sebelah kanan. Fitur ini bisa menetapkan kecepatan tertentu tanpa mengoperasikan gas. Syaratnya saat mengaktifkan kecepatan motor harus di atas 40 km/jam. Kalo lagi perjalanan jauh, jalanan sepi, fitur ini kepake banget, bradsis.

Oh iya, kenyamanan riding dengan Audace juga soal minimnya getaran pada jok. Bisa jadi lantaran mesin tidak nempel di rangka, melainkan posisnya digantung.

Tapi perlu diingat juga, dengan hawa panas yang keluar dari sisi kanan kiri mesin boxernya. Kalau terus-terusan digunakan untuk harian, nggak nyaman juga buat kaki. Motor yang dibanderol Rp 671 juta Off The Road ini lebih cocok untuk touring, bradsis.

Text: Ismet (ismet@motorexpertz.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Rizen
  333 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (35)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !