Mata Airbrush, dari Office Boy Banting Stir ke Airbrusher
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
ME-EXPERTIZE
02
Des
2015

Mata Airbrush, dari Office Boy Banting Stir ke Airbrusher

  58431   0
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah
Mata Airbrush, nama nenek dan kakek membawa berkah

DEPOK, ME. Berawal dari office boy (OB) di sebuah kantor swasta, Rezha Luthfi selaku pendiri dan pemilik dari Mata Airbrush ini akhirnya memberanikan diri untuk memulai usaha airbrush sendiri pada tahun 2015, bradsis. Hasilnya di luar bayangan, banyak pesanan yang masuk ke studionya ini..
 
"Dulu gue emang kerja jadi OB, itu sebenarnya udah sambil megang airbrush juga di rumah. Berangkat pagi, pulang malem, sampe rumah ngerjain airbrush lagi. Tapi lama-lama gue capek juga, yaudah, akhirnya gue mutusin untuk berhenti kerja aja sekalian," urai brader yang akrab disapa Ezha.
 
Pria berumur 22 tahun tersebut sebenarnya memang sudah punya bakat untuk mainan cat dan corat-coret setelah lulus SMA, bradsis. Setelah lulus SMA, doi akhirnya ngeberaniin diri untuk belajar secara otodidak sambil menimba ilmu di beberapa studio airbrush yang ada di Jakarta.
 
Sampai akhirnya dia diminta membantu pekerjaan oleh Aat alias Tantra yang juga airbrusher handal dari Tantra Studio Art. bradsis. "Karena sering main ke sana, akhirnya gue diminta bantuin di studio Tantra, milik Aat. Di situ ngebantuin selama satu tahun. Selepas dari situ, gue ngerasa udah dapet ilmu dari Tantra, yaudah, coba-coba deh buka usaha sendiri, siapa tau emang rejeki," tutur Ezha yang disambangi di studionya di Jalan Erha, Gang Pribadi, Gandul, Cinere, Depok.
 
Setelah memberanikan diri untuk buka usaha sendiri, Ezha pun dibantu adiknya yang bernama Ramadhan untuk menjalankan bisnis tersebut dengan nama Mata Airbrush, bradsis. Mata memiliki arti Manih dari nama nenek dan Ta-nya diambil dari nama panggilan dari kakeknya. Menurut Ezha, "Gue emang tinggal sama nenek dan kakek gue. Coba aja pasang nama usaha dari nama orang tua, dengan tujuan rejekinya lancar, hehehe.. Eh, alhamdulillah lancar nih bawa nama orangtua."
 
Untuk sebuah karya airbrush realis/grafis, doi ngebandrol harga mulai dari Rp 3 jutaan hingga Rp 5 jutaan untuk spek kontes dengan pewarnaan full satu unit motor. Sedangkan untuk pengerjaan cat polos untuk matik dan motor bebek full unit, Ezha ngebanderol harga sekitar Rp 3 jutaan aja, bradsis.
 
Pengerjaan pun nggak bisa dipatok berapa lamanya. Ezha mengaku bahwa dia nggak akan nerima kerjaan baru sebelum kerjaan yang lama itu selesai, bradsis. Estimasi waktu diperkirakan Ezha dalam satu kali pengerjaan berkisar 1 bulan. Soal kualitas, brad n sist gak usah ragu, hasil karya Ezha dan sang adik udah pernah nyabet juara di beberapa ajang kontes airbrush di Jakarta lho.
 
Tertarik? Langsung aja brad n sist hubungin Ezha di nomor 0838-0655-6051 atau samperin aja deh ke studionya di Jalan Erha, Gang Pribadi Gandul, Cinere, Depok..

Text: Rizen (rizenp@gmail.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Rizen
  536 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (19)
B. Yamaha WR 250 R (49)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !