Impresi ME, Kawasaki Z125 Pro: Kecil-kecil Cabe Rawit, Enak Juga Diajak Ngibrit
GM Juli 2015
Dunia Scooter Magazine
Achilles Tire
FIRST RIDE
26
Feb
2016

Impresi ME, Kawasaki Z125 Pro: Kecil-kecil Cabe Rawit, Enak Juga Diajak Ngibrit

  44402   0
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro
Test Ride Kawasaki Z125 Pro

JAKARTA, ME. Kawasaki Z125 Pro punya tampang nyentrik dan unik bagi bikers Indonesia. Bisa dibilang begitu karena Z125 Pro tampil mungil, bradsis. Meski mungil, detail bodi dan kecanggihannya hampir sama dengan moge Kawasaki lho..

Saat lihat desain bodinya, nyaris mirip moge Z Series Kawasaki. Pantas aja jika Z125 Pro ini dijuluki baby Z1000. Detail shroud tangki dan stoplamp juga desainnya menyerupai Z800 atau Z1000, bradsis. Belum lagi ditambah shock depan upside down yang menambah kesan gagah seperti moge.

Saat duduk di atas jok yang punya tinggi 780 mm, ternyata hampir sama serasa duduk di atas jok motor bebek, bradsis. Tapi yang bikin beda tentu soal ukurannya. Panjang motor hanya 1.700 mm, lebar 740 mm dan tinggi 1.000 mm. Ini yang bikin penasaran soal handlingnya.

Sesaat setelah prosesi launching pada Rabu kemarin (24/2), PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memberikan kesempatan khusus buat tim ME  jajal langsung di Pitstop Karting, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Sirkuit ini biasa digunakan gokart atau penggemar minigp juga, bradsis.

Tangan langsung memegang setang kemudi yang posisinya lebih tinggi dari jok. Rider juga jadi lebih mudah menguasai karakter motor. Tarik tuas kopling dan masuk gigi 1, Z125 Pro termasuk punya mesin halus, tapi dengan karakter mesin yang sangat responsif buat sekelas motor cebol 125cc.

Tim ME langsung meliuk-liuk keluar masuk tikungan. Baik di tikungan tajam maupun agak landai, Z125 Pro masih mudah dikuasai dengan baik. Sedikit berakselerasi dengan motor ini, hentakan mesinnya sangat agresif dengan bukaan kopling manual yang bikin mesin lebih responsif.

Rider ME dengan postur tinggi 173cm dan bobot 67 kg nggak alami kendala berarti soal posisi riding. Termasuk saat masuk tikungan yang memaksa setang untuk sedikit ditekuk. Tangan dan dengkul rider ternyata nggak mentok, jadi nggak perlu khawatir lagi deh.

Selesai putari lintasan satu lap, tim ME lansung bejek gas untuk merasakan performa mesin. Tarikan mesin 125cc injeksinya ini sangat agresif dan stabil dalam kecepatan tinggi, bradsis. Dari datanya, motor ini mempunyai power 9,4 PS/7.500 rpm dan torsi 9,5 Nm/6.000 rpm.

Masuki lap kedua, tim ME coba lebih dalam merasakan kenyamanan motor yang didatangkan secara impor dari Thailand ini. Lingkar roda yang hanya 12 inci ternyata juga nggak bikin kagok saat menaklukkan tikungan lebih rebah. Bisa jadi lantaran karet bundar dengan ukuran cukup lebar 100/90-12 di depan dan 120/70-12 belakang.

Kondisi lintasan yang basah karena sebelumnya diguyur hujan memaksa test rider ME juga lebih waspada. Apalagi Pitstop Karting Circuit ini terdiri dari dua lapisan aspal dan beton. Tapi lebarnya cukup untuk merasakan singkat keseruan bersama dengan Z125 Pro ini.

Yang dikhawatirkan tim ME pun terjadi. Saat akan menghadapi tikungan dengan kecepatan tinggi, otomatis teknik engine brake pun harus dilakukan. Untuk di permukaan aspal, roda depan dan belakang masih kuat dan mantap saat dipaksa lakukan pengereman mendakak.

Tapi lain lagi saat tim ME masuk tikungan terakhir dengan kontur beton yang basah. Roda belakang sedikit alami sliding tapi tetap aman ditaklukkan. Kondisi seperti ini didukung dengan sistem pengereman yang sudah mengaplikasi model cakram pada depan-belakangnya.

Rebound sokbreker depan yang sudah menggunakan tipe upside down juga nyaman melibas permukaan kontur jalan yang agak bergelombang. Sementara monoshock belakang yang posisinya miring juga nggak liar dikendalikan saat roda belakang sliding. Model suspensi ini disebut offset laydown, bradsis.

Boleh juga nih jadi salah satu gacoan baru. Z125 Pro dijual Rp 29,9 juta (OTR Jakarta) hingga momen Pekan Raya Jakarta (PRJ) Juli 2016. Setelah itu akan naik menjadi Rp 30,8 juta (OTR Jakarta). Sensasi baru yang seru nih buat dijadikan motor harian perkotaan, bradsis..

Text: Ismet (ismet@motorexpertz.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Istimewa
  1801 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (18)
B. Yamaha WR 250 R (48)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !