Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
ME-MODIFIKASI
14
Jun
2016

Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan

  35852   0
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan
Modifikasi Thunder 125 2011: Dulu Diabaikan, Sekarang Jadi Rebutan

DEPOK, ME. Motor pertama pasti emang ngasih banyak kenangan tersendiri, bradsis. Seperti yang dialami brader David ketika menerima hadiah motor dari ayahnya. Meskipun, motor Suzuki Thunder 125 tersebut adalah motor bekas pakai dari sang ayah. Dulu diabaikan, sekarang motor ini malah jadi rebutan..
 
“Ini adalah motor pertama saya. Ayah tidak memperbolehkan saya naik motor, apalagi memilikinya sebelum saya masuk SMA,” cerita David. Kegembiraan David sempat berubah menjadi kesedihan setelah membawa motornya nongkrong bareng teman-teman.
 
Sebagian besar motor teman-teman David model sport full fairing yang sekarang sedang trendy dengan kapasitas mesin minimal 150cc, bradsis. Makanya, motor Thunder 125 lansiran 2011 itu pun jadi bahan candaan bagi kawan-kawannya. “Motor saya dibilang motor kuno dan motor sport 'banci' karena kapasitas mesin yang kecil,” beber David.
 
Karena tidak ingin melihat putranya bersedih, ayah David yang tinggal di bilangan Bekasi, Jawa Barat, ini pun menghubungi Wahyu Hidayat, punggawa Diwa Creative Studio, yang juga merupakan sahabat lamanya, bradsis.
 
Ayah David berpesan kepada sahabatnya yang akrab disapa Diwa ini untuk menyulap motornya jadi motor custom yang mampu tampil beda di antara jutaan motor baru yang dilepas ke pasar Indonesia. Tangguh dan gagah, itulah kata kunci yang diberikan ayah David sebelum memberikan lampu hijau proses perombakan Thunder 125 tersebut oleh Diwa Creative Studio.
 
“Karena motor telah diberikan ke anak mudanya, ayah David menginginkan kustomisasi motornya bergaya maskulin, tangguh, dan gagah, klasik namun tetap berjiwa muda,” jelas Wahyu yang bermarkas di bilangan Cimanggis, Jawa Barat.
 
Mengacu pada kata kunci yang diutarakan sang pemilik motor, tangan dingin Diwa bergerak pada bagian tangki. Bagian ini jadi salah kunci tercapainya bentuk akhir kustomisasi yang diinginkan. Selanjutnya, Diwa bergerak ke bagian rangka, jok, spakbor dan stang yang tentunya harus menyesuaikan karakter yang akan diambil agar harmonisasi bentuk tiap komponen dapat berpadu sempurna.
 
“Body dibuat full kustom dengan plat galvanis. Saya harus bekerja membuat bentuk tangki semirip mungkin dengan motor impian yang menginspirasinya,” ujar Diwa. Rangka belakang dipotong sekitar 10cm dan dibikin membulat untuk lebih menonjolkan kesan klasiknya.
 
Menyesuaikan bentuk tangki, jok dan spakbor, pekerjaan berlanjut ke sektor kaki-kaki. Di sektor ini tak banyak pekerjaan fisik, Diwa hanya melakukan pencangkokan komponen after market untuk mengganti komponen bawaan. Daleman mesin pun masih standar, bradsis. Untuk menambah tarikan mesin jadi lebih enak, karburator standard diganti dengan Keihin PE-28 dan pengapian dengan CDI Racing racikan BRT.
 
Untuk menambah unsur fungsionalitas motor, Diwa memodifikasi lampu sein bisa menyala kedip bersamaan atau bergantian. Serta memasang lampu senja dan mengganti bola lampu utama dengan LED. Jangankan nongkrong, Thunder 125 ini sekarang siap untuk dibawa touring dan menerangi jalanan luar kota, bradsis. Begitu kunci kontak on, lampu senja / kecil otomatis menyala. “Meski motor kustom klasik, fiturnya tidak kalah dengan motor baru keluaran dealer sekarang ini,” bangga Diwa.
 
Ada yang unik dari lampu sein motor yang berbeda antara depan dan belakang. “Tak sekedar berbeda, ada filosofi yang mendasarinya. Saya ingin David ketika naik motor ini selalu ingat pesan saya, bahwa selalu kedepankan kebaikan dan tinggalkan hal-hal yang tidak baik,” papar ayah David. Sampai kapanpun, dimanapun, bagaimanapun juga, kebaikan akan selalu mengalahkan hal-hal yang jahat.
 
Salah satu kunci finishing yang sempurna adalah baluran cat yang melumuri tubuh Suzuki Thunder 125 ini, bradsis. Untuk mengejar kesan maskulin nan mewah, Diwa memilih pewarna dari Sickens. “Finishing menggunakan Sickens untuk mengejar kesan gagah nan elegan dan tangguh nan mewah. Hasilnya body terlihat shiny. Inilah kunci tampilan Suzuki Thunder 125 ini terlihat tangguh dan gagah,” terang Diwa.
 
“Mau naik motor kustom ini pakai celana dan jaket jeans belel okay. Mau pakai jas formal dan tuxedo pun okay,” pungkasnya sambil tertawa.
 
Pengerjaan modifikasi motor memakan waktu hampir 2 bulan dengan budget sekitar Rp 9 jutaan. Ketika motor selesai dimodif, David pun sudah tidak sabar membawanya untuk nongkrong dengan teman-temannya. Sepulang nongkrong, David pun bercerita pada ayahnya. “Pa..., motor aku sekarang jadi rebutan teman-teman. Waktu jalan-jalan, teman-teman maunya naik motorku melulu, karena terlihat gagah dan posisi ridingnya nyaman banget,” ujar David.
 
Dulu motor diabaikan dan jadi bahan candaan. Sekarang jadi rebutan dan pusat perhatian nih..
 
Pesan Inspiratif: Jangan memandang sebelah mata motor apa pun itu, kalo udah sampai ke tangan modifikator handal, pasti bisa berubah jadi keren.
 
Saran Tim ME: Kalo pelek dan mesin dicat hitam juga pasti bakal lebih sangar tuh tampilannya.
 
Penilaian Tim ME: (8*) Keren, simple tapi tetep bikin rebutan!
 
Note: (1 *) : Kacau Banget, (2*): Payah, (3*) : Kurang kreatif, (4*) Terlalu biasa : (5*): Oke, tapi… (6*): Lumayanlah (7*): Bagus, (8*): Keren, (9*): Mantaff, (10*): Dahsyat
 
Data modifikasi:
Ban depan & belakang : Swallow Classics SB-135 400-18, Pelek : Alumunium ring 18 lebar 2,15 (depan) dan 2,50 (belakang), Suspensi depan : standar, Suspensi belakang : YSS Topup 340 mm, Speedometer & saklar : standar, Lampu belakang : After market, Tromol depan : Suzuki Shogun, Tromol belakang : RX King, Knalpot : custom, Tangki : custom, Jok : custom, Headlamp & sein : After market, Rantai : TK Gold, Karburator : Keihin PE-28, CDI : BRT Racing.
 
Bengkel: Diwa Creative Studio (0815 96 44 338) - Permata Arcadia Blok H10, Cimanggis, Depok.

Text: Handoko (handoko.gap@gmail.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Istimewa
  1103 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (37)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !