RCV Emang Lebih Melemah, Tapi Tahun ini Honda Lebih Pintar
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
MOTOGP
28
Jul
2016

RCV Emang Lebih Melemah, Tapi Tahun ini Honda Lebih Pintar

  11946   0
Motor Emang Lemah, Tapi Tahun Ini Honda Lebih 'Pintar'
Motor Emang Lemah, Tapi Tahun Ini Honda Lebih 'Pintar'

SPANYOL, ME. Tahun ini, mungkin Honda bisa dibilang enggak terlalu memaksakan diri untuk tampil kencang setiap serinya. Tapi catatan terpenting adalah menang atau minimal naik podium, bradsis. Melalui Marc Marquez, Honda tahun ini bermain lebih pintar dan bijaksana..

Mana mungkin bisa menang kalo motor enggak kencang? Fakta dari sembilan seri yang udah bergulir, Marquez mampu tampil konsisten, bradsis. Doi cuma sekali gagal finish di GP Prancis, Le Mans.

Dibanding rivalnya seperti Yamaha atau Ducati, Marquez jelas kalah kencang tahun ini hampir di tiap sirkuit. Sejak sesi test pra-musim di Sepang lalu, Honda kurang bersahabat dengan regulasi baru MotoGP 2016, yakni elektronik dan ban baru. Bahkan, catatan waktu membuktikan bahwa Marquez tertinggal 1.35 detik dari Jorge Lorenzo saat di Sepang. Jauh dari biasanya, Honda bisa ada di barisan tiga besar dengan motor baru.

"Tes di Sepang benar-benar sangat sulit. Terutama karena elektronik baru. Untuk Marquez, sejak perbaikan yang telah kita buat untuk eletronik merupakan langkah besar. Dia 100% belum puas dengan motor, tetapi kinerjanya cukup konstan," ujar Livio Suppo, selaku Prinsipal Repsol Honda Team.

Tahun ini, Honda bisa lebih kalem untuk ngeyakinin pembalapnya, terutama Marquez ketika balapan. Enggak ada penekanan khusus buat juara dunia MotoGP dua kali ini tahun ini, melainkan hanya memainkan strategi, konsisten dan sebisa mungkin ngumpulin poin banyak. Tahun ini, menang pun seperti cuma kado istimewa buat Honda, yakni di Argentina, Texas dan terakhir di Jerman.

"Tapi jujur saja, secara paket ini merupakan lebih baik daripada orang pikir. Jadi, kami cukup senang. Tentu saja kita tahu bahwa kami perlu meningkatkan motor, tetapi juga benar musim ini telah terjadi banyak perubahan. Ban, elektronik, dan kami juga memperkenalkan motor baru yang sama sekali berbeda dari tahun lalu," tambah Suppo.

Di klasemen kejuaraan saat ini, Marquez memimpin kejuaraan dengan total 177 poin, unggul 48 poin atas Lorenzo, dan 59 poin dari Valentino Rossi. Terlepas dari seri sembilan lalu di Jerman, Sachsenring, terlihat ada perubahan besar dari mental Marquez, bradsis. Ada sesuatu yang lebih cerdik dalam hal menentukan keputusan, tanpa mementingkan ego. Hal ini juga enggak lepas dari kerjasama dengan timnya di paddock.

"Tidak mengejutkan, saya benar-benar senang. Ini membuktikan Marc sangat cerdas. Dia telah belajar banyak, karena dia telah memenangkan dua gelar, setiap orang lupa betapa mudanya dia (23 tahun)," puji Suppo atas kemenangan pembalapnya di GP Jerman itu.

"Tahun lalu adalah musim ketiganya di MotoGP dan datang setelah dia mendominasi di tahun 2014. Di usianya itu normal saja untuk berpikir Anda tak terkalahkan. Dan ini bisa membuat Anda telalu yakin di beberapa balapan," lanjutnya.

Seperti yang dibilang Suppo, perubahan Marquez tahun ini merupakan perbaikan setelah banyak kesalahan yang dia lakukan, bradsis. Bayangin, MotoGP 2015 lalu Marquez ngoleksi enam kali gagal finish, satu yang terakhir adalah insiden dengan Rossi di Sepang, Malaysia. Sebagai sebuah tim, ini memang merugikan banget.

"Saya pikir dia belajar sangat baik, saya sendiri percaya. Semua pembalap punya ego yang hebat dan jika mereka tidak benar-benar memahami sesuatu untuk diri mereka sendiri, mereka tidak akan berubah. Jadi kadang-kadang tahun lalu setelah dia jatuh, Marc selalu mengatakan 'Saya tidak akan berubah'," tutur Suppo.

"Pada akhir musim lalu, ketika Anda melihatnya kembali dan melihat bahwa dengan enam kali poin nol, enam angka nol! Anda masih ketiga dalam kejuaraan. Ini berarti bahwa dengan sedikit kesalahan, saya tidak mengatakan Marc akan juara dunia, tapi pasti dia akan berjuang untuk kejuaraan sampai akhir," yakin Suppo.

Setelah GP Ceko di sirkuit Brno nanti, Repsol Honda Team punya agenda untuk ngetes motor. Sebelumnya di Red Bull Ring, Austria, Honda cuma mengandalkan tim LCR Honda. Tentu aja, strategi di paruh kedua ini untuk ngelengkapin kemampuan Honda, enggak cuma menang aja, tapi juga punya motor sebanding dengan rival-rivalnya.

Text: Dimas (dimas.back13@yahoo.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: crash.net
  477 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !