Impresi ME, Yamaha MT-09 Tracer: Motor Petualang Dengan Mesin Galak
GM Juli 2015
Dunia Scooter Magazine
Achilles Tire
ME-TEST
24
Ags
2016

Impresi ME, Yamaha MT-09 Tracer: Motor Petualang Dengan Mesin Galak

  19451   0
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Yamaha MT-09 Tracer
Panel instrumen spidometer mudah dibaca dengan dua layar
Panel instrumen spidometer mudah dibaca dengan dua layar
Model knalpot underbelly perlu lebih hati-hati saat lewat polisi tidur
Model knalpot underbelly perlu lebih hati-hati saat lewat polisi tidur

JAKARTA, ME. Varian Yamaha MT-09 Tracer yang diboyong ke Indonesia oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), berikan pilihan baru buat penggemar motor petualang. Dari sosoknya memang sekilas motor ini menantang kompetitor seperti Kawasaki Versys dan BMW GS Series. Tapi ulas lebih dalam dulu yuk!

Secara tampilan, wajah depannya yang bikin menarik orang dan penasaran untuk diajak perjalanan jauh. Mulai dari semi fairing, double headlamp dan windshield yang bisa disetel ketinggiannya dan sangat cocok untuk melindungi terpaan angin saat touring jauh.

Tapi melihat bagian buritan, ini yang mengingatkan tim ME dengan versi yang sebelumnya lebih duluan hadir, yakni MT-09. Mulai dari rangka dan stoplamp nyaris sama dengan versi naked MT-09. Hanya saja, MT-09 Tracer sudah dilengkapi braket untuk side box.

Penasaran dengan performanya, tim ME menjajal MT-09 Tracer menaklukan jalur Jakarta-Pangalengan, Jawa Barat. Kemampuan jalur aspal sepanjang Jakarta-Bandung sangat mumpuni lantaran Tracer dibekali ban on road dengan tapak lebar 120/70-17 untuk depan dan 180/55-17 belakang.

Posisi sakelar untuk menghidupkan mesin sama persis dengan MT Series disebelah kanan, cukup ditarik kebawah dan raungan mesin 847cc tiga silindernya terdengar merdu. Panel instrumen punya bentuk kotak yang unik dengan dua layar.

Layar sebelah kanan menampilkan gear position, suhu udara, suhu mesin, time trip, trip 1 & 2, current fuel dan fuel average. Sedangkan layar kirinya spidometer, takometer, fuelmeter, jam, power mode dan Eco indicator.

Dibelakang panel instrumen spidometer juga ada beberapa pendukung yang bisa difungsikan. Diantaranya, fitur power outlet 12V untuk charge smartphone atau power GPS. Tuas menyetel ulang tinggi-rendahnya winshield hingga tuas untuk mengatur posisi lampu depan.

Posisi riding juga khas motor petualang dengan posisi badan tegak karena MT-09 Tracer mempunyai setang tinggi dan lebar. Sementara posisi kaki agak ke belakang yang membuat motor ini tetap terkesan sporti.

Untuk kenyamanan jok juga dilengkapi dengan setingan yang bisa diatur ketinggiannya. Paling tinggi 860 mm dan paling rendah 845 mm. Untuk rider tim ME dengan postur tinggi 173cm termasuk masih nyaman meski harus sedikit jinjit. Toh saat motor diduduki shock belakang akan sediki amblas turun.

Merasakan power dahsyatnya nggak butuh waktu lama. Pasalnya, MT-09 Tracer hanya butuh waktu sekitar 4-5 detik aja untuk lari 100 km/jam. Power motor ini mencapai 113,4 dk pada 10.000 rpm dan torsi puncak 87,5 Nm pada 8.500 rpm. Makanya, sepanjang jalur Puncak hingga jalur Rajamandala yang relatif lengang, tim ME dipuaskan dengan kinerja mesin dan handling yang maksimal.

Jangan sembarangan juga dengan kemampuan mesinnya. MT-09 Tracer memiliki fitur Yamaha Chip Controoled Throttle (YCC-T) yang terintegrasi dengan fitur D-Mode. Tiga pilihan mode yaitu A, B dan STD.

Untuk mode STD sudah cukup untuk didalam perkotaan meski menurut tim ME cukup powerfull. Sementara mode B juga masih cukup aman bermanuver lincah. Tapi khusus untuk mode A harus lebih hati-hati dan sigap. Sekali gas dibejek power langsung muntah dan sangat responsif.

Sementara saat melibas jalur keriting di ketinggian Gunung Malabar, Pangalengan, Jawa Barat, MT-09 Tracer punya power yang tetap ngisi di setiap perpindahan gigi. Dengan kontur jalan tanjakan, turunan dan kelokan yang menantang.

Untuk sekelas motor sport touring, MT-09 Tracer dengan bobot 210 kg termasuk masih enteng. Meski secara ukuran termasuk bongsor dan butuh adaptasi dahulu untuk bisa maksimal menaklukannya saat di kemacetan perkotaan. Untuk konsumsi bahan bakar, tim ME menggunakan 1 liter Pertamax untuk menempuh jarak sekitar 20 km.

Namun harus waspada saat melahap polisi tidur atau lubang yang cukup dalam. Knalpot model underbelly-nya rawan mentok nih. Ini yang bikin Tracer kurang mumpuni diajak berpetualang ke medan yang lebih berat. Tapi secara desain dan performa, motor yang dibanderol Rp 325 juta OTR Jakarta ini bisa menjawab rasa penasaran tim ME.

Data Spesifikasi Yamaha  MT-09 Tracer
Engine type : 3-Cylinder, liquid-cooled, 4-stroke, DOHC, 4-valves
Displacement : 847 cm³
Bore x stroke : 78.0 mm x 59.1 mm
Compression ratio : 11,5 : 1
Maximum power : 113,4 dk / 10,000 rpm
Maximum Torque : 87.5 Nm / 8,500 rpm
Clutch Type : Wet, Multiple Disc
Carburettor : Fuel Injection
Ignition system : TCI
Starter system : Electric
Transmission system : Constant Mesh, 6-speed
Frame : Diamond
Front suspension : Telescopic forks
Overall length : 2,160 mm
Overall width : 950 mm
Overall height : 1,345 mm max 1,375 mm
Seat height : 845 mm max 860 mm
Wheel base : 1,440 mm
Ground clearance : 135 mm
Wet weight : 210kg (including full oil and fuel tank)
Fuel tank capacity : 18 L
Oil tank capacity : 3.4 L
Rear suspension : Swingarm, (Link type suspension)
Rear Travel : 130 mm
Front brake : Hydraulic dual disc, Ø 298 mm
Rear brake : Hydraulic single disc, Ø 245 mm
Front tyre : 120/70ZR17M/C (58W) (Tubeless)
Rear tyre : 180/55ZR17M/C (73W) (Tubeless)

Text: Ismet (ismet@motorexpertz.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Ismet
  878 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (18)
B. Yamaha WR 250 R (49)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !