Tren Pelek Jari-jari di Ninja 250, Virus Street Racing Terus Mewabah
GM Juli 2015
Dunia Scooter Magazine
Achilles Tire
KNOWLEDGE
17
Okt
2016

Tren Pelek Jari-jari di Ninja 250, Virus Street Racing Terus Mewabah

  11728   0

JAKARTA, ME. Saat ini, tampilan besutan bergaya thailook, street racing, atau racing look terus mewabah dan mungkin masih banyak peminatnya. Tunggangan yang mengadopsikan aliran tersebut emang awalnya lebih diminati pengguna matik, bebek, atau sport 150 cc, bradsis..

Kebanyakan pembesut Ninja nopekgo itu lebih suka bergaya sporty alias ban yang lebar-lebar. Ada juga sih, Ninja 250 bergaya old skull seperti cafe racer mengaplikasikan pelek jari-jari. Tapi, gimana kalo Kawasaki Ninja 250 pake jari-jari? Nah, hal tersebut diterapkan sama Boim yang punya inovasi dengan konsep thailook.

“Bosan pakai model pelek aslinya alias palang, pengen tampil beda dengan pelek jari-jari atau thailook. Selain itu, juga bikin tampilan lebih unik nan nyentrik. Tapi, pergantian pelek ini disesuaikan sama peruntukkannya. Mau dipakai harian atau kontes?,” ungkap Boim, yang pakai Ninja 250 berjari-jari.

Ninin alias Ninja nopekgo milik Boim, yang pakai spoke wheel ini hanya digunakan buat ikut kontes modifikasi aja, bradsis. Pasalnya, dalam kontes modifikasi itu harus menampilkan sebuah imajinasi yang berbeda dari lawannya atau sekreatif mungkin. Tapi, tetap masih berfungsi dan safety. Dengan begitu, motor peserta bisa dapat poin tambahan dari juri. 

Selain Boim, ada juga yang pakai jari-jari, yakni tunggangan Dimas, yang berprofesi sebagai supir pesawat alias pilot. “Gue memang suka mencari sesuatu hal yang berbeda. Biar terlihat beda dan unik dari lainnya. Karena motor ini sering dipakai kopdar, makanya ban dan pelek pakai ukuran seperti pelek bawaan,” tambah Dimas, member Komunitas Ninja Freedom (Knife). 

Pilihan pelek yang diperuntukkan kontes dan harian tentu gak sama, bradsis. Seperti Ninja 250 kelir Pink airbrush grafis milik Boim, komponen tersebut mengaplikasikan ukuran pelek 1.85x17 dan 2.50x17 di belakang.

“Bannya berprofil tipis, depan 90/70-17 dan belakang 90/80-17. Ini hanya buat kontes, lho! Sedangkan perkiraan biayanya sekitar Rp 4,5 juta – Rp 5 jutaan,” papar Boim, yang tinggal daerah Cijantung, Jakarta Timur.

Sedang Z250 tahun 2014 punya Dimas, lebar pelek depan 3,5 inci dan belakangnya 5 inci. “Biar tetap safety dan masih bisa dipakai buat turing keluar kota. Makanya, pakai profil ban yang besar dan keuntungan pakai jari-jari, berat pelek lebih ringan 4-5 kg dari aslinya,” ujar sang Pilot.

Pakai pelek jari-jari juga masih bisa andalkan ban tubeless kok, bradsis. Tertarik?

AceVentura (AV) : 021-7868999
HDM: 0812-84399988

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Teguh
  124 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (19)
B. Yamaha WR 250 R (49)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !