Lima Hal ini Wajib Dipahami Para Lady Bikers Penunggang Skutik Gambot
GM Juli 2015
SSS chain
Jakarta Custom Culture 2017
KNOWLEDGE
07
Jan
2017

Lima Hal ini Wajib Dipahami Para Lady Bikers Penunggang Skutik Gambot

  5348   0

TANGERANG, ME. Pelan dan pasti, mulai banyak kaum hawa yang menunggangi skutik gambot, seperti Honda PCX, Yamaha NMAX, SYM, dan matik bongsor lainnya. Tapi ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum loe para lady bikers membesut tunggangan jenis gambot..

“Sepintas, cara bawa semua motor matik sama, namun yang perlu diperhatikan karakternya, karena riding posturnya juga pasti beda. Motor gambot identik dengan jok lebar dan lebih tinggi dibanding motor matik pada umumnya. Sehingga banyak lady bikers yang kedua kakinya tidak menapak ke aspal dengan sempurna. Dikhawatirkan akan mengurangi keseimbangan pada waktu motor berhenti,” tutur Herry Wahyudi, S.Kom, chief instructor RDL (Rifat Drive Labs).

Herry bilang, usahakan kedua kaki enggak jinjit. Tujuannya agar saat motor akan melaju maupun berhenti, mempermudah menjaga keseimbangan. Kalo kaki jinjit tapi tetap dipaksakan, sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Saat berhenti, biasanya tunggangan kurang imbang dikarenakan saat menahan tunggangan kurang optimal. Ujungnya rawan jatuh maupun ambruk,” paparnya.

Pria yang mengantongi berbagai sertifikat safety dan devensife riding nasional maupun international, baik roda 2, roda 4, roda 22 hingga alat berat ini menegaskan bahwa ada 5 step yang perlu dilakukan saat cewek atau lady bikers saat menunggani matik gambot:

  1. Usahakan kedua kaki menapak ke aspal dengan sempurna. “Kalo memang jinjit, tapi itu motor sendiri untuk dipakai sehari-hari, usahakan sok depan maupun belakang atau joknya dibikin lebih pendek agar kaki enggak jinjit,” anjur pria yang mengantongi sertifikat NRT (National Recognized Training) dari Australia.
  2. Biasakan urut gas secara pelan dan bertahap. Kalo motor sudah melaju, dahulukan kaki kanan yang naik ke dek, dilanjutkan kaki kiri. “Kalo kedua kaki langsung naik secara bersamaan, dikhawatirkan saat laju motor belum stabil, tunggangan enggak imbang. Salah satu kaki enggak siap menapak ke aspal untuk menahan motor, al hasil juga rawan jatuh,” ucap pria yang juga mengantongi sertifikat Instruktur Madya dari BNSP.
  3. Lalu saat motor sudah melaju, jangan membiasakan jari kanan standby di tuas rem depan (kanan). Hal ini untuk menghindari terjadinya pengereman refleks atau pengereman tanpa direncanakan. Tapi kalo standby pada tuas rem belakang, enggak masalah. “Sebagai gambaran, pada saat mau masuk gang maupun keluar gang, tiba-tiba ada kucing loncat atau kejar-kejaran. Pastinya sang pengendara kaget braysis. Nah, bila sudah terbiasa jari kanan standby di tuas rem depan, pastinya akan menarik tuas rem sejadi-jadinya. Nah hal ini yang membuat pengedara sering celaka meskipun posisi kecepatan rendah atau pelan,” imbuh pria yang lagi sibuk menangani pelatihan safety dan devensive riding riding ojek online.
  4. Usahakan saat bermanuver atau belok, harus memetakan kondisinya aman dari kendaraan lain atau bahaya sekitar. Pasalanya matik gambot biasanya lebih lebar dan panjang, jadi enggak bisa sembarangan main belok seperti halnya naik motor matik yang lebih kecil.
  5. Herry menambahkan, "Pada saat akan berhenti, kalo laju kendaraan sudah pelan di bawah 30 km/jam, gunakan hanya rem belakang saja. Usahakan kaki kiri saja yang turun ke aspal, sedangkan kaki kanan tetap di atas dek. Hal ini untuk menghindari kaki kanan terlindas atau kesenggol kendaraan lain yang berada di sebelah kanan."

Text: Banar (bhandhes_79@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Banar
  163 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (37)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !