Pengelasan Argon di Leher Knalpot, Makin Racing dan Stylish
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
KNOWLEDGE
08
Jan
2017

Pengelasan Argon di Leher Knalpot, Makin Racing dan Stylish

  8002   0

TANGERANG, ME. Saat ini, leher knalpot tunggangan sudah mulai berkembang. Yakni, dengan mengaplikasikan teknik las argon atau lebih familiar las cacing. Tapi, masih ada yang memakai system roll. Namun, apa sih pengertian dari las argon atau cacing itu dan bagaimana proses pembuatan di leher knalpot?

Beruntung nih,  Gondrong, owner knalpot merek SKR Racing Exhaust, ini mau berbagi cerita soal pengelasan tersebut atau bahasa kerennya TIG (Tungsten Inert Gas) atau las argon. TIG atau las argon berasal dari nama gas mulia yang dipakai bahan untuk pengelesan atau penyambungan. Ini merupakan sejenis las listrik yang menggunakan elektrode enggak terkonsumsi. Maksudnya, elektrode ini hanya digunakan untuk menghasilkan busur listrik pada saat penyambungan. Nah, itu sedikit pengertian dari las TIG alias argon, bradsis.

Terus, apa sih keuntungan dari proses las argon itu di leher knalpot motor? Kelebihan dari proses las argon pada pipa stainless steel ini terlihat lebih bersih dan menarik. Gak perlu finishing lagi, tujuannya untuk menonjolkan dari segi pengelasan tersebut. Sedang untuk perfoma di tunggangan tergantung dari juru las tersebut saat melakukan penyambungan atau pengelasannya rapih atau enggak.

“Selain itu, dengan teknik pengelasan argon, senyawa dalam besi atau pipa knalpot menjadi lebih kuat, tahan lama alias anti karat gak perlu dipoles-poles atau finishing lagi. Tampilan juga menjadi lebih bersih, makin racing dan stylish. Sehingga setelah dilas argon, komponen tersebut langsung jadi dan bisa diaplikasikan,” jelas Gondrong, sapaan akrab bos SKR Racing Exhaust di daerah Pasar Lembang, Ciledug, Tangerang.

Pada proses penyambungan memang agak ribet, yakni dengan potong-memotong tiap bagian yang akan disatukan atau disambung menjadi satu. Namun, dalam teknik penyambungan las argon berbeda sama sistem las acetylen (asetilin), caranya memutar objek secara otomatis dan harus sejalan.

“Saat mencantum atau pengelasan berlangsung kedua pipa harus rapat, gak boleh ada celah sedikit pun. Kalo pun ada harus ditutup atau tambal dan hasilnya akan membuat pengelasan jadi kurang bagus,” papar pria ramah ini.

Sebelumnya, memotong pipa stainless tiap bagian sesuai ukuran yang akan dibikin. Lalu, potongan pipa tersebut dibersihkan, baik di luar ataupun dalamnya. Saat mencantum atau pengelasan awal, pastikan kedua pipa tersebut melingkar dengan rapat dan gak boleh ada celah sedikit pun.

Baru setelah itu, dilanjutkan menyambung pipa tersebut dengan sekali jalan. Inilah hasil akhir dari proses penyambungan las argon. Terlihat rapih dan bersih, kan?!

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Teguh
  159 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (35)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !