Modifikasi Vespa Sprint 3ev: Bosan Main Klasik, Racing Look, Oke!
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
PARADE MODIFIKASI
06
Feb
2017

Modifikasi Vespa Sprint 3ev: Bosan Main Klasik, Racing Look, Oke!

  81673   0

JAKARTA, ME. Pergelaran ajang balap road race di dunia Vespa terus berkembang dan gak hanya mesin 2-tak aja. Kini mulai merambah ke mesin 4-tak, yang tahun lalu kerap diadakan balap Vespa kelas matik, bradsis. Fenomena ini pun jadi sebuah inspirasi modifikasi untuk besutan asal Italia tersebut..

Seperti halnya yang dilakukan sama Rully ini di Vespa Sprint 3ev kesayangannya. Berbagai macam aliran modifikasi sudah pernah diterapkan, namun sekarang era-nya racing look. Karena bosan gaya klasik, beralihlah pria ramah ini buat merombak besutan 2016 itu.

“Dulu memang pernah modif Piaggio LX 150 3ev klasikan, lama kelamaan kok aksesorinya keramean ya? Akhirnya motor itu dijual, gantinya Sprint ini. Tapi, alirannya racing look modern minimalis. Maksudnya bermain di sektor CVT sama beberapa aksesori aja, biar lebih aman. Karena kalo sudah bore up, kudu rajin ngecek oli mesin,” kata pria berkumis ini.

Pengusaha Vape ini gak mau utak-atik atau ganti part pada sektor kaki-kaki. Menurutnya, suspensi skutik Itali ini sudah cukup mumpuni buat dipakai harian maupun turing. “Kecuali kalo mau balapan, baru deh ganti sok yang lebih yahud suspensinya,” ujarnya singkat.

Alhasil, hanya alas kaki Sprint yang diganti, ban depan belakang berlabel Metzeler Feelfree, ukuran 120/70-12 dan 130/70-17. Sedang pelek masih bawaan pabrik yang di-repaint titanium gold.

Mendongkrak tampilan ala racing look nan elegan, aksesori yang diaplikasikan juga gak terlalu banyak, bradsis. Seperti handgrip pakai Ariete, tuas rem kiri-kanan berlabel SIP, gril headlamp Gebashop, spion, jok single seat Italy dan cover kipas label Mr. Balon.

Biar akselerasi makin ngacir, pria ramah ini melakukan upgrade performa secara bertahap. Perubahan awalnya mengaplikasikan part aftermarket di sektor CVT. “Semua komponen dijejelin merek Malossi. Dari roller, puli depan, kampas ganda, per CVT dan mangkok puli belakang,” paparnya yang menyerahkan ke bengkel scooter House Djakarta (SHD), dibilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Tapi yang terpenting agar tarikannya makin maknyus, saluras gas buang orisinalnya digudangkan. Sebagai penggantinya diaplikasikan freeflow berlabel Leovince Corsa GP Carbon. “Suaranya lumayan nge-bass, tapi suka sama akselerasinya. Berasa dijambak,” tutupnya.

Pesan Inspiratif: Upgrade tampilan atau performa gak melulu harus aplikasi berbagai macam aksesori, cukup simpel minimalis dan enak dipandang.

Saran Tim ME : Mungkin bisa dipadukan dengan motif karbon biar makin racy tampilannya.

Penilian Tim ME : (8*): Keren, it’s my style, what's your style?

Note: (1 *) : Kacau Banget, (2*): Payah, (3*) : Kurang kreatif, (4*) Terlalu biasa : (5*): Oke, tapi… (6*): Lumayanlah (7*): Bagus, (8*): Keren, (9*): Mantaff, (10*): Dahsyat

Data Modifikasi :
Spion: Aftermarket, Handgrip: Ariete, Cover Kipas: Mr. Balon, Jok Single Seat: Italy, Ban: Metzeller Feelfree, 12/70-12 & 130/70-12, Velg: Repaint Titanium Gold, Knalpot: Leovince Corsa GP Carbon, Tuas Rem: SIP, CVT: Full Malossi, Roller : Malossi, 13-9 Gram, Grill Headlamp: Geba Shop,

Scooter House Djakarta (SHD): Jl. Kemang Selatan VIII, No.51, Bangka, Jaksel. Telp:  0851-00992222.

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Teguh
  977 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !