Test Ride Yamaha Aerox 155VVA: Jalan-Jalan ke Puncak Sama Si Semok
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
ME-TEST
13
Apr
2017

Test Ride Yamaha Aerox 155VVA: Jalan-Jalan ke Puncak Sama Si Semok

  5978   0

JAKARTA, ME. Meski Yamaha Aerox 155VVA sudah terbit lebih dulu, tapi gak ada salahnya kan tim ME jajalin lagi bersama Aerox yang berbodi semok ini. Nah, yang belum kebagian bisa simak ulasan berikut, bradsis! Sebelumnya, skutik bongsor ini pinjaman dari sahabat tim ME. Kebetulan temannya berbaik hati mau kasih kunci Yamaha Aerox 155 VVA R-Version..

Dengan senang hati, test rider ME menerima dan mencicipinya dengan riding selama dua hari. Tapi, rasanya gak afdol kalo gak jalan-jalan sekalian jajalin nekuk setang di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Okelah kalo begitu, gas terus!

Saat test rider ME duduk di ketinggian jok 790 mm, kaki agak jinjit. Maklum tinggi badan rider hanya 169 cm. Tapi, itu gak bikin kagok saat berhenti di lampu merah, bradsis. Buat selap-selip di kemacetan Jakarta dengan dimensi bodi skutik 1990 mm x 700 mm x 1125 mm tersebut masih cukup enak kok. Kalo sempit banget, ya gak dipaksain, brader! Bisa kejedot sama bodi mobil.

Melihat desain skutik yang berteknologi VVA (Variable Valve Actuation) ini sangat sporty banget. Meski bodi depan cukup gambot bin semok, dipadukan sama lampu LED ini kelihatan keren banget. Di bodi belakang plus LED stoplamp itu meliuk layaknya buntut besutan VR#46 dan MVK#25 alias Yamaha M1. Keren ya!

FITUR
Perbedaan fitur tambahan di skutik ini terlihat pada sok belakang model tabung. Lalu, desain piringan cakram depan tidak bulat atau disebut wave type disk brake. Terus, warna pada pelek juga lebih eye catchy. Color speedometer digital setiap tipe Aerox berbeda, versi standar warna biru, R-Version merah, dan S-Version putih.

Skutik yang berslogan One Stage Ahead ini juga enak dipakai turing, karena terdapat electric power socket di bagian rak sebelah kiri. Jadi, buat yang doyan keliling Indonesia gak perlu bingung lagi kalo baterai handphone mulai drop. Tapi, siapkan dulu USB charger mobile, karena di dalamnya hanya terdapat colokan seperti pada mobil.

“Enggak semua tipe handphone (HP) bisa masuk atau menaruh di dalam rak electric power socket itu. Saat mencoba sama layar HP 5 inci gak bisa masuk dan mentok. Ukuran LCD HP di bawah itu baru bisa ditutup,” papar test rider ME.

Semua varian skutik anyar ini sudah dilengkapi sama brake lock di tuas rem belakang. Jadi, buat berhenti di jalanan menanjak atau menurun gak perlu lagi pegangin rem. “Tarik tuas rem belakang dan tekan tombol penguncinya. Klik!” tambahnya.

Kapasitas bagasi terbilang besar, 25 liter, bradsis! Gak hanya menyimpan jas hujan atau barang bawaan lainnya, melainkan kondisi bagasi kosong helm full face bisa dilahap, lho. Mantap!

HANDLING
Berbagai kontur jalanan dilewati sama test rider ME, mau bergelombang, aspal, cor-coran, berpasir, kering dan basah tetap gas terus. Tujuannya guna mengetahui seberapa nyaman tunggangan tersebut dikendarai. Karena kondisi itulah yang sebagian pengguna lewati, cara ridingnya kondisional alias gak main bejek. Nyook, ah!

Selama riding di atas buntut Aerox yang mirip Yamaha MotoGP pada trek lurus setang kemudi terasa stabil. Karena kedua tapak didukung profil ban yang lebar. Ukuran ban depan 110/80-14 dan belakang 140/70-14. Wah, enak nih buat mereng-mereng!

Dengan kondisi spek motor standar pabrikan, namun sokbreker depan terasa ada yang kurang. “Buat melibas garis kejut atau aspal bergelombang stabil. Tapi, ada suara jeduk kalo pas lewat kondisi jalanan berlubang alias rusak. Padahal kecepatannya pelan lho!” ungkap test rider .

Sedang sok belakang tipe R-Version model tabung ini buat trek lurus antep banget, bradsis. Namun, ketika test rider ME ajak ngerebah alias bemanuver si Aerox tersebut terasa agak goyang inul. “Iya, brader! Gue juga ngerasa begitu. Paling enak sok belakang ganti yang lebih yahud nih, buat ngilangin goyang inul itu,” papar Ridwan Chiwo, pemilik Aerox berkelir biru.

PERFORMA
New Generation 155 cc LC4V Blue Core Engine dan Variable Valve Actuation (VVA) itulah yang terpasang di Aerox 155. Alhasil, membuat performa tarikan mesin lebih bertenaga. Selain itu, material blok silinder Forged Piston dan DiAsil Cylinder yang kuat dan ringan, sehingga performanya lebih maksimal.

Ditambah lagi sama Smart Motor Generator (SMG), itu membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Teknologi VVA tersebut mulai bekerja ketika putaran mesin masuk di 6.000 rpm. Fitur tersebut yang bikin akselerasi skutik premium ini makin ngacir diputaran tengah sampai atas.

Saat ditrek lurus dan sepi, rider ME coba bejek gas. Gak terasa skutik dengan kapasitas mesin murni 155,1 cc ini mampu melesat hingga 130 km/jam dan power Aerox masih ngisi terus. Sayangnya, jalur yang dilewati sudah mulai padat, dan mengurangi kecepatan.

KONSUMSI BBM
Sekarang mengukur konsumsi bahan bakar si semok ala M1 ini. Rute awal yang dilalui dari daerah Gandul, Cinere, Jaksel – Sawangan, Depok, Jabar – Parung – Bogor, Jabar – Masjid Atta’awun, Puncak, Jabar. Sedang arah balik melalui daerah Bukit Sentul – Pemda Cibinong – Citayam, Depok dan berakhir di Sawangan, Depok.

Sedang cara ridingnya gak mematok kecepatannya, mengikuti irama kondisi jalan raya. Kalo macet ya pelan, pas longgar rider tes bejek dong. Jadi, seperti biasanya orang naik motor atau pada umumnya aja, bradsis.

Skutik VVA ini punya tangki bensin sebesar 4,6 liter, dan berbeda sama yang kakak (Yamaha Nmax). Nah, setelah melakukan perjalanan Depok- Puncak PP Aerox 155 VVA ini menempuh jarak sekitar 135,8 km. Alhasil, Aerox R-Version ini nenggak bensin sebanyak 3,01 liter. Sehingga konsumsi bahan bakar berkelir biru putih ini per liternya mampu riding sejauh 45,11 km.

Berikut data spesifikasi Yamaha Aerox 155VVA R-Version:

Mesin
Tipe mesin  Liquid cooled 4-stroke, SOHC
Susunan silinder  Single cylinder
Diameter X Langkah  58 x 58,7 mm
Perbandingan kompresi  10,5 ± 0,4 : 1
Volume silinder  155.1 cc
Daya maksimum  11.0 kW / 8000 rpm
Torsi maksimum  13.8 Nm / 6250 rpm
Sistem starter  Electric starter
Sistem pelumasan  Wet sump
Kapasitas oli mesin  Total = 1,00 L ; Berkala = 0,90 L
Sistem bahan bakar  Fuel Injection
Tipe kopling  Dry, Centrifugal Automatic
Tipe transmisi  V-belt automatic
Dimensi
P X L X T 1990mm X 700mm X 1125mm
Jarak sumbu roda  1350mm
Jarak terendah ke tanah  142mm
Tinggi tempat duduk  790mm
Berat isi  118 kg
Kapasitas tangki bensin  4,6 L
Rangka
Tipe rangka  Underbone
Suspensi depan  Teleskopik
Suspensi belakang  Unit Swing
Tipe ban  Tubeless
Ban depan  110/80-14M/C 53P
Ban belakang  140/70-14M/C 62P
Rem Depan Disc brake
Rem belakang  Drum brake
Kelistrikan
Sistem pengapian  TCI
Tipe battery  YTZ7V
Tipe busi  NGK/CPR8EA9

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Teguh
  66 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (19)
B. Yamaha WR 250 R (50)
C. Viar Cross X 250 SE (34)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !