Berikut 7 Langkah Jitu Pilih Matik Bekas
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
KNOWLEDGE
10
Jul
2017

Berikut 7 Langkah Jitu Pilih Matik Bekas

  1440   0
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas
Tips Pilih Matik Bekas

TANGERANG, ME. Berencana boyong matik second bradsis? Usahakan tebus yang tahunnya masih muda ya brad n sis, maksimal baru dipakai 2 tahun. Jangan pilih motor capek alias jam terbangnya tinggi, karena dipastikan banyak komponen yang mulai rusak. Tujuannya agar, biaya rehap-nya tidak terlalu kuras dompet.

“Setiap beli motkas (motor bekas), rata-rata keluarin duit tambahan sekitar 10% dari harga motor. Hal ini untuk biaya rehap atau reparasi peranti yang fungsinya sudah kurang optimal” beber Iwan, karyawan gerai motor bekas Diana Motor di Jl. Ciledug Raya.

Sebagai gambaran, ada matik yang belum genap setahun, namun jarak tempuhnya sudah lebih dari 10.000 km. Sebaliknya, ada juga yang umurnya sudah 2 tahun, tapi kilometernya belum sampai 10.000 km. “Yang penting mesti jeli dan teliti biar enggak nyesel di kemudian hari,” imbuh Iwan.

Berikut langkah-langkahnya;

  1. Langkah awal, cek kondisi bodi motor. Masih mulus atau sudah pada baret-baret. Kalau warna bodi sudah memudar atau ada beberapa goresan, kurang sedap dipandang mata.
  2. Perhatikan tahun pembuatannya, melalui STNK atau plat nomor. Semakin muda umur motor, besar kemungkinan onderdil mesin maupun CVT masih bagus. Sekalian cek kelengkapan surat-suratnya, periksa kesamaan nomor mesin dan rangka antara yang di STNK, BPKB dan di kendaraan.
  3. Jangan lupa periksa jarak tempuhnya pada spidometer. Bila motor baru berusia sekitar 2 tahun, tapi kilometernya sudah lebih dari 25.000 ke atas, termasuk motor capek.
  4. Bila cover mesin boleh dicopot, periksa kodisi mesinnya, apakah ada rembesan oli atau tidak. Kalau banyak rembesan oli, berarti kondisinya kurang bagus.
  5. Lalu dengerin suara dari dalam CVT. Bila terdengar suara berisik, kemungkinan banyak onderdilnya yang mulai aus dan minta ganti baru. Contohnya; roller peyang, laher puli oblak, v-belt melar dan sebagainya.
  6. Periksa keolengan roda belakang maupun depan. Dengan cara digoyang pakai tangan, ke kiri maupun ke kanan. Serta roda diputar ke depan/belakang apakah pelek oleng atau tidak.
  7. Lalu cek suspensinya, baik depan maupun belakang. Kalau ada kebocoran oli pada sok depan maupun belakang, berarti kinerjanya juga kurang maksimal.

 

Text: Banar,
Text editor: Banar (bhandhes.79@gmail.com),
Photo: Banar
  24 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (35)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !