Begini Rasanya Menikmati Indahnya Negeri Bersama All New Honda CRF150L
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
ME-TEST
18
Nov
2017

Begini Rasanya Menikmati Indahnya Negeri Bersama All New Honda CRF150L

  1890   0
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L
All New Honda CRF150L

JAKARTA, ME. Dari sekian banyak tempat indah di negeri tercinta ini, PT Astra Honda Motor (AHM) memilih jalur Bukit Moko, Bukit Tunggul, Bandung, karena dirasa lebih aman untuk adventure menunggangi besutan anyar All New Honda CRF150L. (Baca juga Test Ride All New Honda CRF150L)

Maklum media yang ngetes All New Honda CRF150L tidak semua terbiasa dengan motor dua alam. “Sebenarnya trek yang dilalui ini adalah jalur wisata bradsis”, ujar Mang Jerry Sigit, member Trail Adventure Bandung yang pertama buka jalur tersebut.

Sebagai gambaran, jalur Bukit Moko- Bukit Tunggul memiliki ketinggian bervariatif, mulai dari 1500 mdpl - 2280 mdpl. Lokasi Bukit Moko di Desa Cimenyan ini juara brad, landscape kota Bandung tercetak di sana. Bahkan ada satu spot bernama Bukit Bintang yang romantis. Kalau loe ajak pasangan, loe bisa teriak, ‘Itu bintang kita kan?’. Biasa bradsis, jaman now gak boleh lihat spot ajib, mendadak semua smartphone keluar untuk mengabadikan keindahannya.

15 Menit tarik nafas, perjalanan menegangkan dimulai. Kontur khas ala Bandung Barat mulai bikin andrenalin tertantang plus sedikit parno sebab jurang dan tebing mulai terasa akrab.

“Sebetulnya ini jalur wisata, tapi karena track alam dan hujan yang mengguyur hampir selama 3 hari, membuat trek wisata ini jadi track grade 3. Menurut kami track grade terbagi menjadi 4 level tingkat kesulitan, soal keringetan capek di level 2 pun sudah cukup buat membanjiri jersy,”kekeh Jerry yang sudah akrab dengan trabasan sejak 1990.

Jujur nih bradsis, tinggi All New Honda CRF150L agak tidak bersahabat dengan tim ME yang hanya memiliki tinggi 160 cm, sedangkan itu motor 1153 mm. Kalau dikonversi jadi 115 cm, nyampe sih tapi jinjit. Namun jinjit itu yang nanti banyak masalah karena banyak tenaga yang terkuras untuk menyeimbangkan agar tidak terjatuh.

Tanah dan air hujan jadi racikan sempurna untuk membuat adonan tanah liat yang pekat, sukses membuat ban dengan konfigurasi depan 21 inch dan belakang 18 inch jadi ban donat.

Yoih brad, adonan tanah mesra mendekap ban tersebut. Otomatis acara dorong-mendorong motor keluar dari perangkap tanah, jadi menu tim Marshal AHM. “Aksi tahan putaran mesin tidak menjadi solusi karena ban sudah kehilangan traksi, paling enak putaran mesin dibuat naik-turun dengan harapan ada sedikit grip yang membuat motor keluar dari jebakan,”ucap Jerry yang bukan musuhnya Tom.

Nafas pun lega ketika info dari tim Marshal kalau medan tanah akan selesai sekitar 500 meter ke depan, berganti dengan medan gravel, fiuuhh..

Ternyata terbukti medan gravel di depan mata dan tanah sudah terlepas, motor ini mulai asik dieksplorasi tenaganya, plus dorongan pengen cepet-cepet selesai karena badan mulai lelah. Saat mata melirik speedometer yang menurut tim ME terlalu simple ini, sudah menyentuh angka 60 km/jam di medan gravel, bantingan motor ini pun nyaman gak terlalu mentul-mentul.

Akhirnya sampai di tujuan dengan selamat tanpa kurang satu apapun, bradsis. Dan yang paling juara, ternyata track disingkat. "Kita tidak pernah sampai ke Bukit Tunggul karena hujan membuat rute tersebut berubah jadi grade 4 dengan potensi longsor. Jadi total perjalanan adventure hanya 36 km yang dapat diselesaikan, dari 50 km yang ditargetkan." WADUUHH

 

Text: Iman (totongbalap@gmail.com),
Text editor: Banar Giwantono,
Photo: Istimewa
  39 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (37)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !