Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
GM Juli 2015
SSS chain
Achilles Tire
ME-TEST
07
Des
2017

Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik

  774   0
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik
Test Ride Royal Enfield Classic 500: Getaran Khas Motor Klasik

JAKARTA, ME. Sesuai namanya, Royal Enfield Classic 500 bukan cuma desainnya aja, tapi aura yang dipancarkan dan impresinya pun juga serasa naik motor klasik. Meskipun, motor yang satu ini buatan jaman sekarang..
 
Royal Enfield yang diboyong oleh PT Distributor Motor Indonesia (DMI) diminati banyak pecinta motor, khususnya para pecinta motor klasik, bradsis. Para pecinta motor klasik juga bukan orang-orang tua atau para senior aja, tapi brad n sist yang masih muda-muda pun juga kesengsem lihat tampilan motor ini.
 
Tim ME dapat kesempatan untuk mencicipi Royal Enfield Classic 500 selama beberapa hari. Langsung aja tes membelah lalu lintas ibukota sehari-hari. Impresi pertama saat lihat naik di atas motor ini, berat banget! Wajar aja, karena bahan-bahan yang dipakai besi semua. Komposisi bodi plastik cuma sedikit doang.
 
Saat motor dinyalain, suara fuel pump langsung terdengar. Yap, Royal Enfield Classic 500 sudah menggunakan sistem pembakaran injeksi, bradsis. Tampilannya aja yang klasik, tapi bagian yang satu ini udah modern lho.
 
Panel-panel indikator menurut tim ME sedikit kurang. Pasalnya, tidak ada fuel meter, bradsis. Hanya indikator bensin yang akan menyala begitu bensin di tangki sudah tiris. Tangki bensinnya sendiri memiliki kapasitas hingga 14,5 liter. Mending buru-buru isi bensin deh begitu lampu indikatornya nyala. Pasti gak mau kan dorong motor yang bobotnya mencapai 190 kg ini?
 
Saat mesin mulai menyala, suara yang dihasilkan cukup kasar. Mesin berkapasitas 499cc ini mengandalkan satu silinder untuk menghasilkan performa terbaiknya. Begitu motor mulai meluncur, bobot yang berat tadi membuat motor stabil.
 
Posisi riding juga cukup nyaman, dengan posisi kaki yang sedikit melebar. Joknya yang lebar juga bikin bokong serasa nyaman, siap menempuh jarak jauh. Bagian boncengan juga dirasa empuk. Jok yang dilapisi kulit ini juga bisa dilepas, bradsis. Jadi, buat yang suka single fighter akan lebih nyaman.
 
Akselerasi dari posisi diam, menurut tim ME sedikit kurang. Benar-benar seperti motor klasik, gasnya gak bisa dipaksa, harus sedikit dipirit, bradsis. Jangan kaget dengan getarannya saat masih di putaran bawah. "Getarannya seperti motor Royal Enfield jaman dulu. Memang motor-motor klasik ini getarannya cukup keras. Tapi justru itu yang jadi 'terapi' buat pengendaranya," ujar Djarot P, bikers senior yang pernah tergabung dalam Motor Antique Club Indonesia (MACI).
 
Begitu mencapai putaran atas, tenaganya baru berasa, bradsis. Royal Enfield Classic 500 rasanya memang pas hanya dibekali 5 percepatan. Motor ini emang bukan buat kebut-kebutan di jalan. Sepertinya khusus diciptakan untuk para penikmat motor, apalagi buat yang doyan perjalanan jauh alias touring.
 
Dibanderol di kisaran Rp 89-90 jutaan (OTR Jakarta), Royal Enfield Classic 500 tersedia dalam beberapa varian, antara lain Classic 500, Classic Desert Storm, Classic Chrome, dan Classic Battle Green.
 
Data spesifikasi Royal Enfiel Classic 500:
MESIN
Tipe Satu Silinder, 4 tak
Penggeseran 499cc
Bor x langkah 84mm x 90mm
Rasio Kompresi 8.5:1
Daya Maksimal 27.2 bhp @ 5250 rpm
Torsi Maksimal 41.3 Nm @ 4000 rpm
Sistem Pengapian Pengapian Digital Elektronik
Kopling Basah, lebih dari satu pelat
Kotak persneling 5 Kecepatan Berkaitan Konstan
Pelumasan Genangan Basah
Minyak Mesin 15 W 50 API, SL Grade JASO MA
Pasokan Bahan Bakar Injeksi Bahan Bakar Elektronik Keihin
Pembersih Udara Elemen Kertas
Penyalaan Mesin Elektrik/Tendang
 
SASIS & SUSPENSI
Tipe downtube tunggal, menggunakan mesin sebagai suku cadang yang ditekan
Suspensi depan Teleskopis, jeruji 35 mm, pergerakan poros roda 130 mm
Suspensi belakang Dua sok breker yang diisi udara dengan 5 langkah beban awal yang dapat disesuaikan, pergerakan poros roda 80 mm
 
DIMENSI
Jarak roda 1370mm
Jarak Bagian Terbawah ke Tanah 135 mm
Panjang 2160mm
Lebar 800mm
Tinggi 1050mm
Berat Kosong 190 Kg (dengan 90% Bahan Bakar & Oli
Kapasitas Bahan Bakar 14.5 Ltr (3.83 Gallon)
 
REM & BAN
Ban - Depan 90/90 – 19” – 52V
Ban - Belakang 110/80 – 18” – 58V
Rem - Depan Cakram 280mm, kaliper 2 piston
Rem - Belakang Tromol 153 mm,Penge mbang Dalam Panduan Tunggal
 
KELISTRIKAN
Lampu Belakang 21 W / 5 W
Lampu Sinyal Belok -
Sistem Listrik 12 volt - DC
Baterai 12 volt, 14 Ah
Lampu Depan 60 W / 55 W, HALOGEN

Text: Donny (donny@motorexpertz.com),
Photo: Banar
  7 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (20)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (37)
KYT Helmet
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !