Modifikasi Honda CBR 150R: Gara-Gara Paul, Juara Ketiga Deh
Corporate Banner
SSS chain
GIIAS Surabaya 2020
ME-MODIFIKASI
23
Des
2017

Modifikasi Honda CBR 150R: Gara-Gara Paul, Juara Ketiga Deh

  22456   0

Jakarta, ME. Bengkel yang mangkal di Jl. Raden Inten 2, No. 1B, Duren Sawit, Jaktim ini menjadi tempat rujukan para member komunitas Honda CBR buat upgrade performa bradsis. Untuk menunjukkan taringnya dalam ajang balap Honda CBR Day beberapa minggu lalu, Pathul Adriansyah, mekanik Pitline Motor Sport menurunkan beberapa motor.

Dari 8 motor yang diikutsertakan dalam berbagai kelas, satu motor ini berhasil meraih podium ketiga di kelas Honda CBR 150 Non-Community A. Pertarungan di kelas tersebut cukup ketat, Kevin Adity, joki Pitline Motor Sport saat race berada di posisi kelima dan jaraknya cukup jauh dari barisan depan. Namun, Dewi Fortuna masih berpihak dengannya dan meraih juara.

“Ubahan yang dilakukan gak terlalu ekstrem, karena kelasnya bukan pro. Jadi, seher cukup oversize 100. Sedang kem masih bawaan motor. Dari itu semua, yang terpenting maping ECU dan kaki-kaki,” ungkap Paul, sapaan akrab mekanik Pitline.

Untuk ECU menggunakan API Tech dan setingan mapping ini diserahkan ke mekanik TDR, yakni Agus Toge. “Mappingan ini saya bikin buat 2 joki, karena motor ini dipake 2 kelas. Sedang mapingan di CBR ini saya buat agak basah, karena cuaca cukup terik. Jadi, menghindari mesin jebol dan buat keluar tikungan juga gak lemot. Untuk yang satunya dibikin napas atasnya agak panjang,” ungkap Toge.

Selain itu, spek ubahannyan poring polish pada lubang in dan out di head silinder. Lalu, box filter udara di CBR 150R ini dilepas membuat throtlle body (TB) aslinya terbuka alias open. Buat mengakalinya, mekanik yang berasal dari Bangka Belitung, Sumatera, ini punya trik. Yakni, meng-custom air scoop alias jalur udara untuk diarahkan ke TB agar lebih banyak.

“Penggunaan itu, karena mengimbangi injektor Kawasaki KLX 250 yang lubang atau hole lebih banyak dari standarnya. KLX 250 10 lubang, sedang CBR 150 hanya 8 hole dan TB ditambahkan velocity,” papar mekanik Pitline Motor Sport yang mengaplikasikan knalpot merek Black Devil.

Di sirkuit Sentul gede ini membutuhkan setingan kaki-kaki yang cocok dengan ridernya. Sehingga saat masuk atau keluar tikungan lebih stabil dan juga cepat. Untuk itu, peranti sok depan dicustom pada lubang suling sok tersebut digedein 0,7 mm. Sedangkan pelumasnya pake oli sok label Vrooam W15 yang dirasakan cukup aman dan nyaman selama race. Sedangkan di belakang alias monosok diserahan ke kota Bandung.

Pesan Inspiratif: Meski motor dipakai 2 joki, tapi durability mesin cukup kuat dan salah satunya bisa podium.

Saran Tim ME: Tinggal dibikin eye cathy pada CBR 150 tersebut. Jadi lebih mudah dikenali saat race.

Penilaian Tim ME: (8*): Keren, selamat sudah meraih podium ketiga, awal sebuah keberhasilan.

Note: (1 *) : Kacau Banget, (2*): Payah, (3*) : Kurang kreatif, (4*) Terlalu biasa : (5*): Oke, tapi… (6*): Lumayanlah (7*): Bagus, (8*): Keren, (9*): Mantaff, (10*): Dahsyat.

Data Modifikasi:
Pelek: Honda CB150R, Ban: IRC 90/80-17 & 110/70-17, Sok depan belakang: Custom, Head cylinder: Porting polish, Throtlle body: Standar plus velocity, Kampas kopling: TDR, Per kopling: Mitsuto, Knalpot: Black Devil, Gir set: SSS, 15-45, ECU: API Tech, Injektor: KLX150.

Bengkel: Pitline Motor Sport : Jl. Raden Inten 2, No. 1B, Duren Sawit, Jaktim.

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Banar Giwantono,
Photo: Teguh
  608 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (52)
C. Viar Cross X 250 SE (46)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !