Modifikasi Honda Vario 150 eSP; Kembalinya LR Yang Telah Hilang
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-MODIFIKASI
18
Feb
2018

Modifikasi Honda Vario 150 eSP; Kembalinya LR Yang Telah Hilang

  22151   0

Jakarta, ME. Sekitar tahun 2010-an modifikasi beraliran lowrider (LR) cukup banyak penggemarnya bradsis, namun seiring perkembangan zaman now saat ini, telah hilang dari dunia modifikasi. Besutan yang diubah gaya LR ini identik dengan motor yang agak ceper atau pendek, tapak ban yang super lebar dan panjang.

Beberapa tahun silam aliran LR memang mulai punah, tapi kini gaya tersebut muncul kembali, bradsis! “Memang lowrider mulai tenggelam dari beberapa tahun silam, seiring perkembangan teknologi skutik yang sudah maju pesat. Sehingga gak banyak orang yang mau modifikasi aliran lowrider seperti ini. Karena sebagian orang menganggapnya susah dan ribet dengan dimensi motor yang panjang. Tapi, itu tergantung ubahan yang dilakukannya, kayak Honda Vario 150 eSP ini dan masih enak buat harian,” ungkap Joddy Ario, owner JDM Project.

Modifikasi yang dilakukan pada Vario 150 injeksi ini agak ekstrem, namun semua komponen masih berfungsi dengan normal. Sehingga dipakai buat harian ataupun turing masih aman dan nyaman. Dari gaya lowrider ini yang paling utama adalah pada bagian pengabut alias throtlle body jangan sampai mentok.

“Lowrider identiknya dengan ban yang besar dan panjang, itu membuat peranti yang ada harus mundur. Makanya, kita bikin semaksimal mungkin untuk menjaga ketinggian dari throtlle body dengan bagasi jok biar gak mentok. Karena bagasi tersebut masih difungsikan dan kalo sampe mentok, sudah pasti bisa patah dan rusak,” jelas Jaja, yang bukan penyanyi dangdut itu alias mekanik JDM Project di daerah Jatiwaringin, Jaktim.

Prosesi pertama tentunya pada bagian belakang, karena dengan pemasangan engine mouting yang panjangnya 25 cm dan geser ke kiri sebanyak 10 cm itu membuat pelek custom lebar 6 inci dipadukan ban Zeneos ukuran 160/50-14 menjadi mundur. Alhasil, semua komponen yang menuju ke arah mesin diubah posisinya. Tujuan digeser sebanyak 10 cm karena buat mengejar centering ban depan dan belakang.

Karena posisi ban belakang mundur, maka sebagai penopangnya atau suspensi berlabel tipe YSS berpindah posisi. Namun, sok YSS khusus Yamaha Jupiter Z itu dipasangkan sebanyak dua sokbreker, sehingga menahan beban sang rider dan boncenger masih aman dan nyaman. Selain itu, posisi dual shock itu merupakan ciri khas ubahan dari JDM Project, bradsis.

Untuk ban depan dipasang pelek 5 inci pake ban Zeneos 110/60-14. Sedang suspensi depan masih mengandalkan bawaan pabrik, karena sok orisinal cukup mumpuni buat menahan kondisi jalanan yang bergelombang.

Nih, hasil akhirnya, bradsis!

Pesan Inspiratif:  Modifikasi itu bukan sekadar ikut-ikutan, tapi sesuai dengan hobi yang diinginkan. Selain itu juga ingin tampilan besutan kesayangan berbeda dari lainnya.

Saran Tim ME : Untuk konsep ghost rider ini sangat cocok dengan perpaduan warna hitam membuat skutik tersebut lebih gahar

Penilaian Tim ME: (9*): Mantaff, kembalinya lowrider

Note: (1 *) : Kacau Banget, (2*): Payah, (3*) : Kurang kreatif, (4*) Terlalu biasa : (5*): Oke, tapi… (6*): Lumayanlah (7*): Bagus, (8*): Keren, (9*): Mantaff, (10*): Dahsyat

Data Modifikasi : Pelek; Custom JDM Project, 5 inci & 6 inci, Ban; Zeneos, 110/60-14 & 160/50-14, Sok; YSS DTG, Setang: Custom JDM Project, Saklar: Yamaha V-Ixion, Handgrip; aftermarket, Speedometer: aftermarket, Spion: aftermarket, Knapot; Custom JDM Project, Engine Mounting : Custom JDM Project, Body; water printing Ghost Rider

Bengkel : JDM Project: Jl. Jati Waringin Raya, No.1, Jati Watingin, Jaktim. Telp : 0878-86938456.

Text: Teguh (teguh_028@yahoo.co.id),
Text editor: Banar Giwantono,
Photo: Teguh
  337 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (45)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !