Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
FDR Tire
SSS chain
Corsa
ME-MODIFIKASI
25
Jun
2018

Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan

  3613   0
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan
Modifikasi Suzuki Inazuma GW250 2012: Berkah Pertemanan

JAKARTA, ME. Varian motor Suzuki Inazuma GW250 termasuk yang populasinya sangat sedikit beredar di Indonesia, sehingga jarang terlihat di jalanan. Apalagi Suzuki Inazuma GW250 sudah "disuntik mati" peredarannya di Indonesia oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sejak Desember 2016 lalu.

Namun setelah dihentikan impornya oleh Suzuki Indonesia, justru saat ini banyak bermunculan Inazuma yang dimodifikasi oleh pemiliknya. Bak menolak untuk mati, banyak Inazuma justru bangkit bermunculan dengan mengenakan “baju perang” baru. Ada yang bergaya minor fighter, street tracker, srcambler, bahkan retro klasik. Salah satunya Suzuki Inazuma yang berikut ini, bradsis.

Semuanya berawal dari pertemanan sesama penggemar motor custom. Koko, pemilik Inazuma ini di kantornya berteman dengan Iwan yang sama-sama menggemari dan memiliki motor custom. Dari Iwan yang baru saja meng-custom motornya, Koko mendapat limpahan ban, pelek, dan headlamp. Parts tersebut ternyata kurang cocok dengan model dan ukuran motor kustom yang sedang dibangun Iwan.

Alhasil, Koko pun mendapat rejeki nomplok menerima limpahan parts motor tersebut. Koko juga masih menyimpan stoplamp dan lampu sein sisa custom motor sebelumnya. Pas sudah untuk bahan custom motor berikutnya.

Koko pun segera kontak Wahyu Hidayat, punggawa Diwa Creative Studio, yang bermaskas di Cimanggis, Depok. Koko sudah lama kenal Diwa karena cukup berhasil menggarap motor custom Koko yang pertama. Cocok sudah, ketika kontak Diwa di awal Januari 2018, ternyata motor ini masuk di daftar pertama yang siap untuk di-custom Diwa di tahun 2018.

Akhirnya, motor yang baru setahun di garasi Koko ini pun jadi korban untuk di-custom, bradsis. Semua karena berkah pertemanan.

Inazuma aslinya menggunakan struktur kaki-kaki monoshock dengan pelek palang ukuran 17 inci dan ban tipe sport. Karena konsep ubahan motor ini akan menjadi tracker klasik, maka kaki-kaki diubah menggunakan ban dual purpose dan pelek jari-jari ukuran 18 inci yang sudah tersedia, ditambah twin shock absorber menggunakan YSS tabung ukuran 360 mm.

Berat kosong Suzuki Inazuma GW250 mencapai 182 kg dan merupakan motor yang terberat di kelas 250 cc. Sehingga ubahan kaki-kaki menjadi pekerjaan yang paling berat, karena tidak mudah mendapatkan tromol yang sesuai. Diwa harus berpikir keras dalam pemilihan tromol, karena selain harus mencari persamaan antara bearing, as serta gir bawaan, tromol juga harus mampu menopang bobot motor ini. Alhasil, ditemukanlah solusi dengan menggunakan tromol eks Honda CB400 untuk tromol belakang.

Bagian bodi, semua bawaan motor ditanggalkan dan digantikan dengan bodi custom dari galvanis. Tangki bensin dibuat baru dengan mengkanibalkan tangki lama. Tangki lama diambil bagian dasar dan tutupnya. Selain agar tidak mengubah dudukannya juga agar pelampung bensin tetap bisa dipakai, sehingga indikator bensin pada panel speedometer tetap berfungsi dan kunci original bisa tetap digunakan untuk membuka tutup bensin.

Pemilihan warna dipilih sesuai STNK agar lebih rapi dan tetap tertib dan aman berlalu lintas. Pada tangki motor terdapat motif kilat atau petir, sesuai dengan arti Inazuma dalam bahasa Jepang. Kelengkapan keamanan berkendara semua lengkap terpasang dan berfungsi normal seperti motor baru keluaran dealer, bradsis.

Sementara kelistrikannya, tidak banyak ubahan dalam jalur kelistrikan motor ini. Sehingga kabel bawaan motor tetap terpakai dan tidak banyak kabel yang harus dipotong sambung. Penggantian wajib dilakukan pada headlamp, karena headlamp asli modelnya terlalu modern dan sport. Diganti dengan Daymaker 7 inci dengan cincin halo yang fungsinya seperti Day Running Light (DRL) pada mobil keluaran terkini. “Cantik kali kalau dinyalain!” ujar Diwa.

Mengimbangi lampu depan yang bulat, lampu rem pun diganti yang modelnya bulat sepasang seperti yang biasa terpasang pada motor Harley-Davidson Sportster. "Lampu rem ini multifungsi, selain lampu rem juga berfungsi sebagai lampu sein," ujar Koko.

Proses pembuatan motor ini memakan waktu hampir 4 (empat) bulan. Waktu menanti yang cukup lama terbayar lunas dengan hasilnya. "Jauh berbeda dengan penampakan aslinya yang sport touring, kini terlahir kembali sebagai street tracker klasik. Inilah hasilnya, motor custom berkah dari pertemanan," ungkap Koko.

Pesan Inspiratif: Berkah sebuah pertemanan, pasti setelah ini makin jadi brader kental nih.

Saran Tim ME: Spakbor depannya dibikin lebih pendek, biar kaki-kakinya makin terllihat kekar. Stang fatbar juga akan bikin nuansa tracker lebih kental.

Penilaian Tim ME: (8*): Keren, konsepnya dapet banget.

Note: (1 *) : Kacau Banget, (2*): Payah, (3*) : Kurang kreatif, (4*) Terlalu biasa : (5*): Oke, tapi… (6*): Lumayanlah (7*): Bagus, (8*): Keren, (9*): Mantaff, (10*): Dahsyat

Data Modifikasi:
Shock Absorber Rear: YSS with Tube 360mm, Wheeldrum: Custom Honda CB400, Seat Cover: Custom with MB Tech Leather, Gastank & Body: Custom, Tire Front: Shinko E-705 Trail Master 120/80-18, Tire Rear: Shinko E-705 Trail Master 150/70-18, Rim Front: TK Racing 18 x 3,50, Rim Rear: TK Racing 18 x 2,50, Headlamp: Daymaker 7 inch with halo ring, Stoplamp: HD Sporter model, Front Turn Signal: LED After market, Rear Mirror: Suzuki New Thunder EN125

Bengkel: Diwa Creative Studio - Perum. Permata Arcadia, Jl. Raya Ciherang Blok H No. 10, RT. 01 / 23, Tapos, Cimanggis, Sukatani, Tapos, Kota Depok. Telepon: 0815-9644-338

Text: Handoko (handoko.gap@gmail.com),
Text editor: Donnyantoro,
Photo: Istimewa
  39 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (40)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !