Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
FDR Tire
SSS chain
Corsa Ekonomis
ME-ADVENTURE
11
Ags
2018

Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya

  10621   0
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya
Viar Vortex 250 Siap Jelajah Jakarta Himalaya

JAKARTA, ME. Perjalanan sepanjang 15.000 km bakal dinantiin Viar Vortex 250 dan sang riders, Gunadi (FreeRiders Indonesia), dari Jakarta menuju Himalaya dengan solo ride, bradsis. Tujuan perjalanan jarak jauh ini, tak lain adalah untuk menyebarkan aksi kesealamatan jalan, pelestarian lingkungan hidup dan persahabatan antar Bangsa.

Dari rencana yang disusun, agenda touring ini akan mulai dari tanggal 26 Agustus 2018 dan ditargetkan tiba di Himalaya pada 28 Oktober 2018, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.

"Rencananya berangkat tanggal 26 Agustus dan tanggal 28 Oktober 2018 kita kibarkan bendera Merah Putih di Himalaya. Kurang lebih, selama di perjalanan selama 60-70 hari. Tujuannya untuk mengibarkan semangat merah putih di mata dunia," ujar Gunadi, sang rider kawakan ini.

Sementara itu, PT Triangle Motorindo selaku produsen Viar Indonesia, mengaku terkesan dengan kegiatan ini. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan perjalanan ini, karena selain untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia, kegiatan ini juga akan menguji kemampuan Viar Vortex 250 sebagai kendaraan yang tangguh dan mampu melibas jalanan di segala medan," papar Deden Gunawan, selaku Corporate Manager PT Triangle Motorindo.

Gunadi menceritakan, ada beberapa kesulitan untuk sampai ke puncak Himalaya. Yakni yang paling berkesan dan ekstrem adalah mengarungi trek Dangerous Road Manali, Himalaya. Trek ini di atas ketinggian 18.000 mdbl, bradsis.

"Kesulitan trek ini dari Srinagar menuju Leh dan yang paling ekstrem ini di Dangerous Road Manali karena treknya paling tinggi di dunia dengan ketinggian 18.000 mdbl," jelas Gunadi.

Tapi sebelum itu, doi juga cerita tentang perjalanan dari Malaysia hingga India yang cukup menyulitkan. Contohnya masuk Thailand. Bukan hanya doi aja, tetapi bikers Indonesia lain pun pernah ngerasa hal yang sama, yakni bayar "pajak" tanpa mengenal SIM Internasional dan karnet.

"Kesulitan kedua, masuk Malaysia enggak sulit, cukup paspor dan karnet. Selanjutnya yang sulit masuk Thailand, karena Thailand enggak mengakui karnet dan SIM Internasional. Dan untuk masuk negara ini cukup mahal, yakni sekitar Rp 20-25 juta hingga perbatasan berikutnya," terangnya.

Meski begitu, persiapan sedemikian rupa juga telah tersusun, mulai dari kondisi fisik hingga kesiapan motor. "Motor enggak terlalu banyak ubahan, hanya penambahan box, ganti ban dan pelek aja. Selebihnya, motor oke. Dan kenapa Viar, karena motor ini dual purpose dan motor Asli Indonesia," sambungnya.

"Mesinnya cukup bandel dan sama sekali enggak ada getaran dan yang paling penting enggak cepat overhate. Namun, sejumlah persiapan spare part juga akan disiapkan, bukan hanya bawa motornya saja," tandas Gunadi.

Text: Dimas,
Photo: Dimas
  32 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !