Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
ANEKA TIPS
10
Mei
2019

Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?

  1945   0
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?
Korekan Bebek Standar 130 cc Grasstrack, Mungkin Untuk Harian?

TANGERANG, ME. Berawal dari bincang-bincang receh tim ME dengan salah satu mekanik bengkel di bilangan Dukuh Pinang, Tangerang, kalau spesifikasi motor balap seperti untuk grasstrack apakah bisa diaplikasikan untuk standar harian.
 
Pertanyaannya tentu, apakah mungkin hal ini bisa diwujudkan pencinta kecepatan yang mengidam-idamkan performa motor layaknya motor balap, tapi bisa untuk harian.
 
"Jawabannya tentu bisa. Alasannya, karena syarat ketentuan kelas bebek standar 130 cc masih bisa toleransi dan tidak jauh dari motor-motor standar harian. Contohnya seperti Honda Karisma atau sejenisnya," kelas Ari Setiawan, punggawa Rijaya Motor, yang beken dengan sebutan Doyok.
 
Doyok, yang bukan pelawak itu, menjelaskan secara rinci terutama isi jeroan mesin alian racikan spesifikasi ala mekanik berambut kepang ini pada Yamaha Vega R. Hehehe...
 
"Sebagai ketentuan, bebek standar maksimal adalah mencapai 130 cc. Detailnya, kalau untuk bore-up atau upgrade performa, lebih baik piston ukuran kecil dengan klep besar, dibanding piston besar klep kecil (standar)," ujar Doyok.
 
Katanya, kebiasaan itu, mengaplikasi piston kecil dengan klep besar lebih diutamakan karena untuk mengejar ketahanan mesin dan stabilitas performa motor. 
 
"Karena balapan bukan hanya mencari posisi depan melainkan bagaimana pembalap dan motornya mampu konsisten di lintasan. Di ajang grasstrack, apapun bisa saja terjadi. Trouble mesin kah, atau apakah itu mungkin terjadi," ucap Doyok.
 
Sebagai catatan pertama, Doyok mereferensikan piston berukuran 55.0 mm dengan klep 27/24. "Klep diadopsi dari klep Honda Sonic yang awal klep in 28 mm. Gue ubah ukuran jadi 27 mm untuk memenuhi kebutuhan syarat scrutering," terang Doyok.
 
Bukan hanya mengubah ukuran, kubah klep juga turut diubah agar lebih landai. "Kepala klep dikikis 0.3 derajat agar kubah lebih landai sehingga menimbulkan ledakan api secara merata," lanjutnya.
 
"Alhasil, kompresi lebih bulat dan menjauhi jarak overlap antar klep. Durasi buka tutup in/ex klep jangan lebih dari 7-8 mm. Buat ukuran noken as bisa variasi sesuai tangan mekanik," tambah Doyok.
 
Terakhir, Doyok menyarankan agar kruk-as sedikit poles dengan tambahan beban. "Agar performa lebih menusuk di atas kita tambah bandul 9 mg pada kruk-as. Tujuannya untuk menstabilkan jarak antar perpindahan gigi lebih panjang dari standar," beber Doyok.
 
Selebihnya, kata Doyok seperti karburator masih tetap mengandalkan bawaan pabrikan. "Setingan sesuaikan untuk harian aja, jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering juga," tukas mekanik yang bisa dihubungin di nomor 0838-1542-8838.
 

 

Text: Dimas,
Photo: Dimas
  16 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !