CEO KTM: Kami Tidak Akan Pernah Menang Jika Meniru Ducati
FDR Zevo
SSS chain
Corsa Ekonomis
MOTOGP
15
Mei
2019

CEO KTM: Kami Tidak Akan Pernah Menang Jika Meniru Ducati

  8431   0
KTM Racing
KTM Racing

AUSTRIA, ME. Sejak kemunculan KTM di kelas MotoGP tim ME udah ngerasain ada sesuatu sedang dikejar oleg pabrikan satu ini dibanding beberapa pabrikan yang lebih awal berada di ajang bergengsi ini.
 
Terbukti di musim 2019, musim keduannya di MotoGP, KTM menggenjot pengembangan motornya dengan merekrut tim kawakan Tech 3 untuk kolaborasi project KTM RC16.
 
Dan KTM satu-satunya pabrikan di MotoGP yang enggak tertarik dengan sasis twin-spar berbahan aluminium. Hal ini dinyatakan oleh CEO KTM Stefan Peirer, kalau menanggalkan frame tubular yang udah mencirikan KTM bukan pilihannya.
 
Terkait frame, sebenarnya ini jadi masalah serius yang dialamin Johann Zarco musim ini. Pembalap asal Prancis ini menilai sasis KTM membuatnya kepayahan. Problem ini pun memanas karena komentar Zarco dinilai melecehkan KTM. Alhasil Zarco terancam dipecat.
 
Ini seperti kiprah Ducati di awal-awal gabung MotoGP pada tahun 2003 lalu, yang saat ini mengandalkan frame tubular. Dan berhasil meraih gelar utama di tahun 2007 bersama Casey Stoner. Satu-satunya gelar yang hingga saat ini baru dimiliki Ducati.
 
Pada tahun 2009 Ducati akhirnya menyerah dengan frame baja tersebut dan beralih dengan desain serat karbon hingga 2012 Ducati juga akhirnya meniru pabrikan Jepang menggunakan sasis aluminium dengan Valentino Rossi, hingga saat ini.
 
Sekarang pabrikan lain ragu kalau KTM bisa sukses dengan sasis tersebut. Mereka yakin cepat atau lambat mereka juga akan memensiunkan sasis kebanggaannya itu. Hanya saja, Pierer bersikeras kalau mereknya akan tetap menggunakan frame baja tersebut.
 
"Jika kami mengikuti jejak Ducati, kita akan kalah. KTM terlibat dalam balap karena dua alasan. Pertama, berinovasi, tapi di sisi lain kami juga ingin menjual motor," kata Pierer.
 
Pierer memiliki alasan. KTM ingin motor MotoGP-nya memiliki kemiripan dengan motor versi massal.
 
"Motor MotoGP Ducati tidak ada hubungannya dengan yang dapat Anda beli di dealer. Jika Anda melihat jumlah mereka [53.000 unit motor Ducati terjual pada 2018] dan kami [261.000 unit]," jelasnya.
 
"Bagi saya, balapan bukan hanya tentang emosi saja. Itulah sebabnya moto saya adalah 'menang pada hari Minggu, jual di hari Senin'," lanjut Pierer.
 
Selain itu Pierer tetap keukeuh dengan konsep yang dimiliki KTM. KTM punya track record keberhasilan di beberapa ajang balap lainnya dengan frame tersebut. Meski memang awalnya harus merangkak beberapa tahun yang lama.
 
"Kami tidak akan pernah mengesampingkan sasis tubular, karena itu adalah salah satu keunggulan utama motor kami. Anda mendapatkan fleksibilitas dan minim beban, itulah cara kami mendominasi dunia sepeda motor karena kedisiplinan," tegas Pierer.
 
"Apa yang harus terjadi untuk mencapai tujuan ini adalah Anda harus memiliki orang yang tepat di posisi yang tepat. Kami membutuhkan 11 tahun untuk menang di Supercross, tapi ketika kami mendapatkannya kami memenangkan lima gelar berturut-turut. Kami membutuhkan tujuh untuk melakukan hal yang sama di Dakar, dan sekarang kami telah memenangkan 18 gelad berturut-turut," simpulnya.
 
"Kita mungkin perlu 10 tahun, tapi cepat atau lambat kita akan mendominasi di MotoGP juga," yakinnya.

Text: Dimas,
Photo: motogp
  36 Votes

Artikel Terkait

CONNECT WITH
TRANSLATE
Dari tiga pilihan motor penggaruk tanah di bawah ini, mana yang paling loe suka bradsis?
A. Kawasaki KLX 250 (33)
B. Yamaha WR 250 R (51)
C. Viar Cross X 250 SE (43)
NHK Karel 2
  PERLU BRAD SIST BACA JUGA !