JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Di tengah gempuran motor matic yang tinggal "gas-rem", pesona motor kopling manual tetap punya tempat spesial di hati para penggemarnya.
Alasannya sederhana, bisa dibilang motor kopling punya tenaga lebih saat melibas tanjakan, engine brake yang lebih oke, dan pastinya tampilannya yang lebih macho.
Secara umum, motor yang berseliweran di jalanan Indonesia terbagi dalam dua jenis transmisi, yaitu Manual dan Otomatis.
Transmisi manual sendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu Kopling Manual (menggunakan tuas tangan) dan Semi-Otomatis (tanpa kopling tangan, biasanya pada motor bebek).
BACA JUGA:Debut Bulega di MotoGP 2025, Alex Lowes: Jujur, Saya Terkejut Dia Benar-benar Turun ke Lintasan
Sedangkan transmisi otomatis tersedia dalam varian CVT (Continuously Variable Transmission) yang umum di motor matic, serta teknologi DCT (Dual Clutch Transmission) yang lebih canggih dan responsif.
Nah, buat Bradsis yang baru pindah dari matic ke kopling, pasti sering ngalamin momen memalukan saat mesin mati di lampu merah atau saat nyebrang, kan?
Biar nggak dibilang amatiran, yuk pelajari trik dan hindari kesalahan fatal berikut ini.
5 Kesalahan Yang Paling Sering Dilakukan Pemula
1. Melepas Tuas Kopling Terlalu Cepat
Ini adalah penyebab utama mesin mati mendadak atau stall. Saat motor hendak jalan, jangan langsung lepas tuas.
Cari titik gesek (friction point) di mana motor mulai terasa bergetar ingin maju. Tahan sebentar di situ, imbangi dengan gas tipis, baru lepas perlahan.
BACA JUGA:Bantah Isu VR46 Gabung Aprilia, Massimo Rivola: Prioritas Kami Trackhouse!
2. Hobi Menggantung Kopling (Setengah Kopling)
Menahan tuas kopling setengah jalan saat macet memang bikin motor stabil, tapi ini adalah cara tercepat merusak mesin.
Gesekan berlebihan akan membuat kampas kopling panas dan gosong. Solusinya, gunakan gigi rendah dan atur kecepatan lewat kombinasi gas dan rem belakang.