Motor ini menuntut gaya membalap yang lebih halus, rapi, dan presisi, mirip dengan gaya Maverick Vinales atau Enea Bastianini.
Mau tak mau, Binder harus meninggalkan gaya balap lamanya dan harus lebih tenang.
Belajar dari Musim Sulit
Meski terasa pahit, Binder melihat musim 2025 sebagai pelajaran penting dalam kariernya. Ia percaya adaptasi ke gaya balap yang lebih rapi dan efisien ini bisa menjadi bekal berharga untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas MotoGP pada musim 2026.