Jangan Diabaikan! Ini Ciri Suspensi Motor Aus yang Diam-Diam Bikin Berkendara Berbahaya

Jumat 23-01-2026,11:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Suspensi motor memegang peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan saat berkendara. 

Sayangnya, banyak pengendara baru menyadari masalah pada suspensi ketika kondisinya sudah cukup parah. 

Padahal, suspensi yang sudah tidak layak pakai bisa berdampak langsung pada keselamatan dan kontrol motor.

Salah satu tanda paling umum adalah bantingan yang terasa terlalu keras atau justru terlalu empuk. 

BACA JUGA:Setiap Hari Terjebak Macet? Ini 6 Cara Bikin Kampas Rem Lebih Awet: Dijamin Efektif Bradsis

BACA JUGA:Berbahaya atau Aman? Ini Fakta di Balik Menyiram Rem Panas dengan Air!

Jika motor terasa menghentak saat melewati jalan rusak, atau sebaliknya terasa limbung dan memantul berlebihan, itu menandakan peredaman suspensi sudah melemah. Kondisi ini membuat roda sulit menapak sempurna di permukaan jalan.

Gejala berikutnya adalah motor terasa tidak stabil saat menikung. Suspensi yang aus membuat distribusi beban tidak seimbang, sehingga motor terasa goyang dan kurang presisi ketika diajak bermanuver. 

Pada kecepatan tinggi, kondisi ini bisa sangat berbahaya karena respon motor menjadi lambat dan sulit diprediksi.

Kebocoran oli pada shock breaker juga menjadi indikator kuat suspensi bermasalah. Jika terlihat oli menempel di tabung shock depan atau belakang, artinya seal sudah rusak. 

BACA JUGA:Bunyi Dengung di CVT Meresahkan, Ini Cara Menghilangkannya

BACA JUGA:Kenapa Motor Matic Harus Rutin Servis CVT?

Oli yang bocor membuat kemampuan redam suspensi menurun drastis dan tidak bisa bekerja optimal lagi.

Tanda lainnya adalah bunyi aneh saat motor melewati polisi tidur atau jalan bergelombang. Suara "gluduk", "dug", atau decitan biasanya muncul akibat komponen internal suspensi yang sudah aus. 

Bunyi ini sering dianggap sepele, padahal merupakan peringatan awal adanya kerusakan.

Kategori :