Hampir semua motor modern sudah dibekali catalytic converter. Komponen ini berfungsi menekan emisi gas berbahaya sebelum dilepas ke udara.
Namun, catalytic converter juga berperan besar dalam meredam suara, sehingga karakter knalpot jadi lebih “sunyi” dibanding motor lama yang belum menggunakannya.
4. Teknologi Mesin yang Lebih Presisi
Motor modern menggunakan sistem pembakaran yang jauh lebih presisi, seperti injeksi bahan bakar dan ECU canggih. Proses pembakaran yang stabil menghasilkan ledakan di ruang bakar yang lebih terkontrol. Dampaknya, suara yang dihasilkan mesin menjadi lebih halus dan minim getaran.
5. Fokus pada Kenyamanan dan Lingkungan
Pabrikan kini lebih memprioritaskan kenyamanan berkendara dan ramah lingkungan. Suara knalpot yang terlalu bising dianggap mengganggu dan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna harian di perkotaan.
Karena itu, karakter suara motor modern dibuat lebih ramah di telinga, terutama saat digunakan jarak jauh atau di lalu lintas padat.
BACA JUGA:Pertarungan Motor Legenda vs Pendatang Baru: Duel Panas Dua Generasi yang Bikin Pasar Bergeser
BACA JUGA:Cek! 3 Raja Matic Honda Unjuk Gigi di Awal 2026, PCX, ADV, dan Forza Masih Tak Tergoyahkan
6. Perubahan Karakter Konsumen
Mayoritas pengguna motor saat ini menginginkan kendaraan yang nyaman, praktis, dan tidak mengundang perhatian berlebihan.
Suara knalpot halus dinilai lebih elegan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari, berbeda dengan era sebelumnya yang identik dengan suara keras dan agresif.
Suara knalpot motor modern yang lebih halus bukan tanpa alasan. Kombinasi regulasi emisi, teknologi mesin, desain knalpot, dan tuntutan kenyamanan membuat karakter suara motor ikut berevolusi.
Meski terasa berbeda dari motor lama, perubahan ini menjadi bukti bahwa industri otomotif terus menyesuaikan diri dengan zaman dan kebutuhan pengendara masa kini.