Stop Jadi Raja Jalanan Palsu! Ini Etika Convoy Motor Agar Komunitasmu Nggak Dicap 'Sampah' di Jalan

Jumat 30-01-2026,09:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM -- Pernah nggak sih kamu lagi asyik menyetir santai, tiba-tiba dikagetkan dengan suara klakson bertubi-tubi dan raungan knalpot dari rombongan motor yang merasa punya jalan sendiri? Rasanya pasti campur aduk antara kesal dan ngeri. Sayangnya, fenomena convoy yang "haus perhatian" ini masih sering kita temui, bahkan di tahun 2026 yang katanya sudah serba modern.

Convoy motor sering dianggap sebagai simbol solidaritas paling tinggi antar pengendara. Tapi ingat, jalan raya itu ruang publik, bukan sirkuit pribadi milik komunitasmu. Solidaritas nggak boleh jadi pembenaran buat melanggar lampu merah atau memblokir lajur orang lain. Kalau convoy cuma bikin macet dan keresahan, itu bukan solidaritas, tapi egoisme yang dibungkus atribut seragam.

Biar riding bareng kamu nggak cuma soal gaya-gayaan tapi juga soal martabat, ada etika "tak tertulis" yang wajib dijunjung tinggi. Yuk, kita bedah gimana caranya convoy yang berkelas dan tetap dihormati pengguna jalan lain!

BACA JUGA:Ratusan Bikers AHJ & AHMT Konvoi Seru Rayakan Kebersamaan Pasca HBD 2025

Lampu Merah Tetap Merah, Bukan 'Warna Opsional'

Kesalahan paling fatal saat convoy adalah merasa bebas aturan. Ingat, rombongan motor bukan ambulans atau mobil jenazah yang punya prioritas khusus. Lampu merah tetap harus dihormati. Memaksa menerobos persimpangan hanya demi rombongan nggak terputus adalah tindakan yang sangat berbahaya dan memalukan.

Formasi yang rapi juga jadi kunci. Jangan makan seluruh badan jalan seolah-olah kamu sedang mengawal presiden. Gunakan satu lajur saja, jaga jarak aman, dan hindari gerakan zig-zag yang bikin pengendara lain jantungan. Formasi yang tertata justru menunjukkan kalau komunitasmu punya disiplin tinggi dan terorganisir dengan baik.

BACA JUGA:Gak Mesti Arogan, Begini Cara Aman Berkonvoi di Jalan Raya

Beri Ruang, Bukan Merebut Paksa

Banyak peserta convoy yang bertindak arogan dengan memepet mobil atau memaksa kendaraan lain menepi demi rombongan lewat. Bro, pengguna jalan lain nggak punya kewajiban buat mengalah hanya karena kamu lagi touring. Convoy yang berkelas itu justru memberi ruang bagi orang lain, bukan malah merebutnya dengan cara-cara kasar.

Gunakan klakson seperlunya, bukan sebagai senjata untuk mengintimidasi. Kalau harus pindah jalur, gunakan lampu sein dan isyarat tangan yang sopan. Jangan teriak-teriak apalagi sampai main fisik. Komunikasi yang santun di jalan menunjukkan kedewasaan kamu sebagai pengendara yang sudah makan asam garam aspal jalanan.

BACA JUGA:Norma Berkonvoi Sepeda Motor Aman dan Menyenangkan

Kepala Dingin, Ego Simpan di Rumah

Situasi jalanan itu dinamis dan kadang memicu emosi. Ada pengendara lain yang tiba-tiba memotong jalur atau masuk ke tengah-tengah barisan convoy? Tetap tenang. Nggak perlu dikerubungi apalagi diajak ribut. Keselamatan nyawa rombongan jauh lebih penting daripada sekadar urusan ego "barisannya jangan putus".

Pada akhirnya, convoy motor yang tertib bisa jadi kampanye safety riding yang berjalan. Dengan menghargai lingkungan sekitar dan patuh aturan, komunitasmu nggak akan lagi dianggap gangguan, melainkan cerminan pengendara yang cerdas dan bertanggung jawab. Mari jadikan setiap perjalanan sebagai ajang menebar kebaikan, bukan permusuhan.

Kategori :