MOTOREXPERTZ.COM --- Di tengah makin mahalnya harga motor baru, kredit motor masih jadi topik panas di kalangan pencinta motor Indonesia.
Hal ini tak lepas dari terutama untuk segmen motor harian dan entry-level. Meski opsi beli tunai selalu ada, faktanya mayoritas konsumen justru memilih skema cicilan.
Fenomena ini bukan tanpa alasan, dan terus jadi bahan diskusi di komunitas rider, dealer, sampai bengkel pinggir jalan.
Lalu mengapa mayoritas konsumen Indonesia justru lebih memilih bayaran secara cicilan daripada bayar langsung? Berikut Motorexpertz mencoba untuk mengulasnya:
BACA JUGA:Perkiraan 5 Motor yang Bakal Laris di Februari 2026: Molis Mulai Masuk Perhitungan
Harga Motor Naik, Kebutuhan Jalan Terus
Alasan paling simple adalah karena harga motor terus naik, sementara kebutuhan mobilitas harian nggak bisa nunggu.
Buat banyak orang, motor bukan lagi barang gaya hidup, tapi alat kerja dan penunjang aktivitas sehari-hari.
Kredit jadi jalan tengah agar tetap bisa punya motor baru tanpa harus menguras tabungan sekaligus.
Di kelas entry-level, selisih harga beberapa juta rupiah terasa signifikan. Cicilan bulanan dianggap lebih “masuk akal” dibandingkan harus mengeluarkan uang belasan atau puluhan juta secara langsung.
BACA JUGA:Film Agak Laen: Menyala Pantiku Tampilkan Honda Win 300, Motor Legendaris yang Dipakai Indra Jegel
BACA JUGA:Mesin 1 Silinder Masih Bertahan di 2026, Kenapa Bukan 2 Silinder?
Motor Harian = Prioritas, Bukan Pamer
Perubahan perilaku rider juga bikin topik ini makin sering dibahas. Sekarang, banyak pemotor lebih mementingkan fungsi, efisiensi BBM, dan kepraktisan, bukan gengsi.