DP Murah Motor Terlihat Menguntungkan, Tapi Ini Alasan Banyak Konsumen Justru Terjebak Cicilan

Jumat 06-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Promo DP murah bahkan nyaris nol kini jadi senjata utama penjualan motor di Indonesia. 

Di permukaan, penawaran ini terlihat sangat menggiurkan—motor bisa langsung dibawa pulang tanpa harus menyiapkan uang besar. 

Namun di balik kemudahan itu, muncul fenomena yang sering dibicarakan di komunitas pemotor: banyak konsumen akhirnya terjebak cicilan jangka panjang.

DP Rendah, Psikologis Konsumen Langsung Turun

DP murah memberi efek psikologis kuat. Konsumen merasa motor tersebut “terjangkau”, padahal fokus hanya di awal transaksi. 

BACA JUGA:KTM RC 160 Resmi Meluncur: Motor Sport Fairing Entry Level yang Siap Mengusik Dominasi Yamaha R15

BACA JUGA:Gaya Sultan Harga Teman! Harley-Davidson Street 750 2026 Meluncur, Jadi Moge 'Harian' Paling Nyaman

Banyak pembeli tidak benar-benar menghitung total biaya yang harus dibayar hingga cicilan lunas. Yang penting motor bisa dipakai sekarang.

Di sinilah masalah mulai muncul. Cicilan bulanan mungkin terlihat ringan, tapi tenor panjang membuat total pembayaran membengkak jauh dari harga motor aslinya.

Tenor Panjang Jadi Bumerang

DP rendah hampir selalu diiringi tenor cicilan lebih lama. Awalnya terasa aman, namun seiring waktu beban mulai terasa, apalagi jika kondisi keuangan berubah. 

Di komunitas motor harian, cerita motor ditarik leasing karena gagal bayar bukan lagi hal asing.

Tenor panjang juga membuat konsumen lebih lama “terkunci” pada satu motor, sehingga sulit upgrade atau menjual kembali tanpa menutup sisa cicilan.

BACA JUGA:Daftar Pelanggaran Operasi Keselamatan Jaya, Catat Agar Tidak Ditilang Polisi di Jalan

BACA JUGA:Daftar Denda dari Pelanggaran Operasi Keselamatan Jaya 2026: Bisa Denda Puluhan Juta hingga di Penjara Selama 12 Tahun!

Kategori :