Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP

Jumat 10-04-2026,09:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Awalnya, penyelenggara merencanakan diskualifikasi sebagai hukuman standar bagi tim yang melanggar.

Namun, tingginya jumlah pelanggaran pada tahun 2023 memaksa penyesuaian regulasi hukuman.

Tim harus memprediksi jalannya balapan sebelum menentukan tekanan awal ban pembalap.

Tekanan ban sangat bergantung pada posisi pembalap saat berada di lintasan.

BACA JUGA:Honda Kembali Uji Coba Motor MotoGP 850cc Terbaru di Sirkuit Sepang Bersama Espargaro

Udara bersih di depan akan membuat suhu dan tekanan ban depan menurun.

Sebaliknya, berada di belakang motor lain akan menaikkan suhu ban depan secara drastis.

Faktor cuaca seperti hujan atau angin juga sangat memengaruhi stabilitas tekanan ban.

Jika tekanan awal terlalu rendah, pembalap terancam terkena hukuman penalti waktu.

BACA JUGA:MotoGP Berencana Adopsi Sistem Pembalap Cadangan Permanen Ala Formula 1

Namun, tekanan yang terlalu tinggi justru akan menghancurkan performa motor saat bertarung.

Informasi tekanan ban kini ditampilkan langsung pada layar dasbor motor setiap pembalap.

Pembalap bisa sengaja membuntuti lawan untuk menaikkan suhu ban jika diperlukan.

Sejak tahun 2024, standar tekanan ban depan diturunkan menjadi 1,80 bar saja.

BACA JUGA:Peluang Nicolo Bulega ke MotoGP 2027 Makin Tipis, Ducati Punya Rencana Lain?

Namun, persentase durasi pemenuhan batas tersebut naik menjadi 60% untuk balapan utama.

Kategori :