Motor Touring Bekas: Hemat di Awal atau Ujungnya Bikin Boncos? Ini Faktanya!

Jumat 10-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Membeli motor touring bekas sering jadi pilihan menarik, terutama bagi kalian yang ingin menjajal perjalanan jauh tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Harga motor touring baru yang relatif mahal membuat versi bekas terlihat jauh lebih menggiurkan dan realistis untuk banyak orang.

Dengan budget terbatas, kalian sudah bisa mendapatkan motor berkapasitas besar, posisi duduk nyaman, serta fitur yang mendukung perjalanan jarak jauh.

Hal ini membuat motor touring bekas terasa seperti “jalan pintas” untuk langsung menikmati pengalaman touring tanpa harus menunggu lama.

Dari sisi keuntungan, motor touring bekas jelas unggul di harga. Nilai penyusutan sudah terjadi, sehingga kalian tidak perlu khawatir harga langsung turun drastis setelah pembelian. Selain itu, beberapa model lama justru terkenal tangguh dan sudah terbukti kuat untuk dipakai perjalanan jauh.

BACA JUGA:Lampu LED Tambahan Touring, Penerangan Ekstra yang Dibutuhkan Saat Perjalanan Jauh

BACA JUGA:Action Camera Motor Ini Bikin Touring Terasa Seperti Film, Banyak Biker Sekarang Wajib Punya!

Namun, di balik semua kelebihan tersebut, ada risiko yang tidak boleh dianggap remeh. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi mesin yang tidak selalu bisa ditebak.

Motor touring biasanya digunakan untuk perjalanan panjang dengan beban berat. Jika perawatan dari pemilik sebelumnya kurang maksimal, potensi masalah bisa muncul setelah kalian gunakan beberapa waktu.

Biaya perbaikan juga sering menjadi jebakan. Komponen motor touring umumnya lebih mahal dibanding motor harian biasa. Jika ada kerusakan pada bagian penting seperti suspensi, sistem pengereman, atau mesin, biaya yang dikeluarkan bisa cukup besar.

BACA JUGA:Kenapa Intercom Helm Jadi Gadget Wajib Saat Touring Motor Jauh

BACA JUGA:Fakta Menarik CVT pada Motor Matic yang Jarang Diketahui Pengguna

Selain itu, riwayat penggunaan sering kali tidak jelas. Kalian tidak selalu tahu apakah motor pernah jatuh, sering dipakai perjalanan ekstrem, atau bahkan pernah mengalami modifikasi yang kurang tepat. Hal-hal seperti ini bisa memengaruhi performa dan keamanan saat digunakan.

Usia motor juga menjadi faktor penting. Motor yang sudah berumur biasanya memerlukan perhatian ekstra, mulai dari penggantian komponen kecil hingga perbaikan sistem kelistrikan. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, biaya tambahan ini bisa menumpuk.

Meski begitu, motor touring bekas tetap bisa menjadi pilihan yang sangat worth it jika kalian cermat. Pastikan kondisi mesin masih halus, tidak ada suara kasar, dan perpindahan gigi berjalan normal.

BACA JUGA:Touring vs Sunmori: Sama-Sama Riding, Tapi Vibes dan Tujuannya Beda Jauh!

Kategori :