MOTOREXPERTZ.COM --- Sebagian motor keluaran pabrik masih menggunakan aki basah, meski teknologi ini kerap dianggap tertinggal. Perbedaan utama terletak pada kebutuhan perawatan dan sistem pengisian daya.
Aki basah umumnya memerlukan suplai arus pengisian lebih besar, sementara aki kering lebih praktis karena cukup dengan arus kecil untuk mencapai kondisi penuh.
Bolehkan Ganti Aki Basah ke Aki Kering?
Penggantian dari aki basah ke aki kering sebenarnya diperbolehkan. Kamu tetap bisa mengganti jenis aki bawaan pabrik dengan tipe yang lebih praktis, selama spesifikasi utamanya seperti kapasitas ampere tetap sama. Pilihan ini sering diambil karena aki kering tidak memerlukan perawatan rutin seperti pengecekan cairan, sehingga lebih mudah digunakan dalam aktivitas harian.
BACA JUGA:Servis Motor Yamaha di Bengkel Resmi, Banyak Untungnya!
BACA JUGA:Ducati Hadirkan Predictive Maintenance di Desmo450 MX, Servis Jadi Makin Fleksibel
Perawatan Aki Basah yang Wajib Diperhatikan
Aki basah menuntut perhatian lebih agar performanya tetap optimal. Kamu harus rutin memeriksa level air aki agar tidak berada di bawah batas minimum.
Jika volume cairan berkurang, perlu segera ditambahkan hingga batas aman. Tanpa perawatan tersebut, aki basah berisiko mengalami kerusakan lebih cepat, bahkan dalam hitungan beberapa bulan penggunaan.
Umur Pakai dan Perbandingan Ketahanan
Sebaliknya, aki kering cenderung lebih praktis karena minim perawatan dan bisa langsung digunakan.
BACA JUGA:HRC Luncurkan Honda CRF450RX Rally Spesifikasi Dakar, Hanya Diproduksi 50 Unit di Dunia
Meski begitu, umur pakai kedua jenis aki sebenarnya tidak jauh berbeda jika dirawat dengan baik.
Dengan penggunaan yang benar, baik aki basah maupun aki kering bisa bertahan lebih dari dua tahun. Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan dan kebiasaan kamu dalam merawat kendaraan.