Minyak Dunia Sudah Melonjak Tajam, Akankah Harga Pertalite dan Pertamax Ikut Terkerek?

Senin 25-05-2026,07:00 WIB
Reporter : Prasuda Mega
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang berpotensi berdampak langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. 

Harga Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 tercatat mencapai US$117,31 per barel atau sekitar Rp1,9 juta per barel (kurs Rp17.600 per dolar AS), jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel atau sekitar Rp1,23 juta per barel. 

Kondisi tersebut semakin menekan fiskal negara di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp17.600 per dolar AS. 

Meski demikian, pemerintah dinilai masih perlu mempertahankan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat yang mulai tertekan akibat inflasi global.

BACA JUGA:Modal 19 Kemenangan Beruntun, Rumor Nicolo Bulega ke MotoGP 2027 Makin Kencang

BACA JUGA:MENCEKAM! Jakarta Rawan Begal, Ketahui Beberapa Wilayah yang Harus Diwaspadai dan Dihindari

Pengamat Nilai Subsidi BBM Masih Dibutuhkan

Yayan Satyakti selaku Pengamat Energi Universitas Padjadjaran menilai kebijakan mempertahankan subsidi BBM masih menjadi langkah paling realistis di tengah situasi global yang belum stabil. 

“Jika melihat pada harga internasional dan sentimen domestik yang tidak baik terhadap pelemahan rupiah. Idealnya pemerintah akan tetap menjaga subsidi BBM saat ini sebagai bantalan daya beli masyarakat yang semakin dalam akibat tekanan inflasi global,” ujarnya mengutip Kontan.

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi tantangan serius, terutama pada sektor konsumsi rumah tangga yang mulai melemah.

Lonjakan Komoditas Dinilai Jadi Peluang Negara

Di sisi lain, beberapa sektor berbasis komoditas justru memperoleh keuntungan besar akibat kenaikan harga global. 

BACA JUGA:Suzuki V-Strom SX: Motor Adventure 250cc Bergaya Moge yang Siap Jadi Raja Touring Harian

BACA JUGA:Yamaha FZS FI V4: Motor Naked Sport Gagah dan Irit yang Siap Jadi Rival Serius CB150 Verza

“Karena perekonomian domestik yang melemah sedangkan produk komoditas yang berhubungan dengan harga minyak mengalami windfall profit (seperti mineral, sawit, dan lain-lain),” terangnya.

Ia menilai pemerintah perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat penerimaan negara melalui dukungan regulasi dan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Beberapa sektor yang dinilai mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas antara lain:

  • Industri mineral
  • Kelapa sawit
  • Komoditas energi
  • Sektor ekspor berbasis bahan mentah

Pertalite dan Pertamax Diprediksi Masih Ditahan

Kategori :