Sementara itu, hancurnya lapisan aspal di beberapa tikungan dipicu oleh proses pengeringan yang kurang sempurna.
Pihak pengelola sebenarnya sudah menutup sirkuit selama satu bulan penuh pasca gelaran draf ajang MotoGP.
Kebijakan tersebut bahkan membuat jadwal balapan lokal Porsche Cup terpaksa digeser ke akhir tahun.
Sirkuit Goiania baru dibuka kembali pekan lalu untuk menggelar kompetisi balap mobil lokal.
Namun, kerusakan aspal justru kembali muncul dan terlihat jelas di area tikungan kelima lintasan.
Pemerintah setempat menyatakan bahwa proses perbaikan mandiri sebenarnya hanya memakan waktu selama tiga hari saja.
Kendati demikian, aspal baru tetap membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa mengering secara sempurna.
Kegagalan proses pengeringan aspal inilah yang menjadi dalang utama kembalinya draf kerusakan di sirkuit.
Pihak pengelola akan melakukan perbaikan darurat demi menjaga faktor keselamatan pebalap pada beberapa agenda terdekat.
Rentetan masalah ini langsung memicu gelombang kritik keras terhadap proses homologasi yang dilakukan pihak FIM.
Para pembalap kelas utama kini mendesak adanya uji coba resmi di sirkuit baru sebelum balapan dimulai.