Di sektor kaki-kaki, Rocket 3 menggunakan suspensi depan upside down dan monoshock belakang berkualitas tinggi. Handling yang dihasilkan cukup mengejutkan untuk motor berukuran besar.
Meski bobotnya mencapai lebih dari 290 kilogram, Rocket 3 tetap terasa stabil saat diajak bermanuver maupun melaju dalam kecepatan tinggi.
Sistem pengereman menjadi salah satu keunggulan utama motor ini. Triumph mempercayakan tugas tersebut kepada komponen premium yang mampu memberikan daya henti maksimal sesuai dengan performa besar yang dimilikinya.
Fitur elektronik yang tersedia juga tergolong lengkap. Rocket 3 sudah dilengkapi layar TFT berwarna yang dapat terhubung dengan smartphone melalui Bluetooth.
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
BACA JUGA:Motor Pertama di Indonesia: Hildebrand & Wolfmuller 1893
Selain itu tersedia traction control, cornering ABS, hill hold control, serta empat mode berkendara yang terdiri dari Rain, Road, Sport, dan Rider. Kehadiran fitur-fitur tersebut membuat pengendara dapat menyesuaikan karakter motor sesuai kebutuhan dan kondisi jalan.
Meski menawarkan performa luar biasa, Rocket 3 tetap memiliki beberapa kekurangan. Bobot yang sangat besar membuat motor ini kurang ramah bagi pengendara pemula. Selain itu, harga jualnya berada di level premium sehingga tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan.
Secara keseluruhan, Triumph Rocket 3 merupakan definisi sempurna dari sebuah power cruiser modern. Mesin terbesar di kelasnya, torsi yang luar biasa, fitur elektronik kelas atas, dan desain yang sangat berkarakter menjadikan motor ini sebagai salah satu cruiser paling mengesankan yang pernah dibuat.
Bagi pecinta motor berperforma tinggi yang menginginkan sensasi berkendara berbeda dari motor lain di jalan raya, Rocket 3 adalah pilihan yang sangat sulit untuk ditandingi.