MOTOREXPERTZ.COM -- Pernah nggak sih Bradsis lagi nongkrong atau lagi kejebak macet, terus iseng merhatiin plat nomor motor sebelah? Dari huruf A sampai Z kayaknya hampir semua daerah kebagian jatah. Plat B buat Jakarta, D buat Bandung, sampai DK buat Bali. Tapi, coba deh inget-inget lagi, pernah nggak Bradsis liat plat nomor lokal yang awalan hurufnya cuma 'C' doang? Pasti nggak pernah, kan? Sebagai anak motor yang hobi aspal, hal-hal sepele kayak gini emang sering bikin penasaran. Plat nomor alias Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) itu udah kayak KTP-nya motor kita. Ada kombinasi huruf depan buat kode wilayah, angka di tengah, dan huruf random di belakang. Tapi anehnya, huruf C seolah 'dianaktirikan' dari daftar kode wilayah di Indonesia. Kira-kira kenapa ya? Yuk, kita bongkar cerita aslinya biar Bradsis makin tercerahkan! BACA JUGA:Jarang Disadari, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Tangki Bensin Motor Berkarat Usut punya usut, absennya huruf C di plat nomor kendaraan kita itu ada sejarahnya yang lumayan panjang, Bradsis. Kita harus time travel bentar ke zaman penjajahan Belanda dulu. Nah, penentuan kode wilayah plat nomor di Indonesia itu ternyata warisan dari sistem yang dibikin sama pemerintah kolonial Hindia Belanda. Zaman dulu, komunikasi di Indonesia itu masih campur-campur antara bahasa Belanda dan bahasa Indonesia ragam lama. Nah, di era Ejaan Van Ophuijsen atau ejaan lama, huruf "C" yang kita kenal sekarang itu belum lahir, Bradsis. Bunyi "C" pada masa itu ditulis pakai kombinasi dua huruf, yaitu "TJ" (contohnya kata 'tjinta' dibaca 'cinta'). Catatan: Dalam sistem ejaan lama yang dipengaruhi tata tulis Belanda, bunyi ‘c’ seperti sekarang dulu lazim ditulis ‘tj’. Karena sistem kode plat nomor sudah terbentuk sejak masa kolonial, huruf C tunggal tidak masuk sebagai kode wilayah kendaraan. Bahkan pas sistem plat nomor ini pertama kali dirancang lewat pembagian wilayah eks-keresidenan, huruf C emang sengaja dilewati biar nggak bikin bingung administrasi zaman itu. Jadi, jangan heran kalau sampai detik ini nggak ada motor matic atau motor sport harian yang pakai plat awalan C tunggal. BACA JUGA:Jangan Tertipu Tampilan Mulus, Ini Ciri Motor Bekas Pernah Tabrakan Eits, tapi tunggu dulu, Bradsis! Jangan bilang huruf C bener-bener punah dari jalanan Indonesia. Kalau Bradsis mainnya agak jauhan ke area-area elit atau sekitaran gedung kedutaan besar di Jakarta, Bradsis bakal sering nemu mobil-mobil mewah yang pakai plat nomor huruf C. Tapi formatnya beda, bukan huruf tunggal, melainkan kode khusus dua huruf. Yap, huruf C ini akhirnya 'dihidupkan' kembali tapi khusus buat kendaraan dines para pejabat internasional dan tamu negara. Ini dia rinciannya yang wajib Bradsis tahu biar nggak kuper pas lagi riding: BACA JUGA:Ducati Desmo450 MX Makin Menggila di Cleosa Series 2026, 5 Rider Sukses Jinakkan Kelas MX1 Nah, sekarang misterinya udah terjawab kan, Bradsis? Alasan kenapa nggak ada plat nomor kode wilayah huruf C di Indonesia itu murni karena faktor sejarah ejaan lama di zaman Belanda, bukan karena takhayul atau hal mistis lainnya. Dan kerennya, huruf yang sempat 'hilang' ini sekarang malah jadi simbol eksklusif buat para diplomat asing yang ada di tanah air. Gimana, makin tambah tahu kan seputar dunia otomotif kita? Besok-besok kalau lagi nongkrong bareng komunitas motor, Bradsis bisa banget nih jadiin cerita ini sebagai bahan obrolan santai biar keliatan kayak anak motor yang berwawasan luas. Tetep *safety riding* di jalan ya, Bradsis!Flashback Sejarah: Gara-Gara Ejaan Jadul Zaman Kolonial
Nggak Dipakai Rakyat Sipil, Tapi Jadi Hak Eksklusif Korps Diplomat
Kesimpulan: Warisan Sejarah yang Jadi Simbol Eksklusivitas
Alasan Plat Nomor Awalan C Tidak Dipakai di Indonesia, Ternyata Begini Sejarahnya!
Minggu 07-06-2026,12:45 WIB
Editor : Alvin Septian
Kategori :