Vespa VBB relatif lebih mudah dirawat dibanding seri GS atau Douglas, tapi harganya tetap stabil dan cenderung naik tiap tahunnya, terutama buat unit yang catnya masih original bawaan pabrik alias otopen.
BACA JUGA:Buka Puasa 9 Bulan! Marc Marquez Resmi Juarai MotoGP Hungaria 2026 Usai Taklukkan Cedera Bahu
Apakah Vespa Klasik Beneran Cocok Jadi Investasi?
Pertanyaan ini sering banget muncul di tongkrongan. Jawabannya: Bisa banget, asal paham rumusnya. Investasi di dunia otomotif klasik itu mirip kayak investasi barang antik atau karya seni. Ada beberapa faktor penentu yang bikin harganya melambung tinggi:
- Keaslian (Originalitas): Kolektor berani bayar mahal buat motor yang catnya masih bawaan pabrik, aksesorisnya period-correct, dan mesinnya belum banyak ubahan.
- Kelengkapan Surat: Di Indonesia, STNK dan BPKB akur (nomor rangka dan mesin cocok) adalah koentji. Surat bawaan yang masih beralamat lama punya nilai plus tersendiri.
- Kelangkaan (Rarity): Makin sedikit unitnya di pasaran, makin liar harganya saat dilelang.
"Tips buat Bradsis: Jangan cuma asal beli karena ikut-ikutan tren. Rawat motornya dengan hati, gabung ke komunitas resmi, dan pelajari silsilah part-part kecilnya. Nilai investasi Vespa itu berbanding lurus dengan pengetahuan pemiliknya."