Insiden Tabrakan Karambol di Balaton Park, Diggia Minta MotoGP Rombak Total Aturan Start

Senin 08-06-2026,17:53 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

MOTOREXPERTZ.COM -- Balapan MotoGP Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Minggu kemarin, bener-bener menyuguhkan drama yang bikin emosi. Baru aja lampu start padam, sirkuit langsung diguncang crash massal horor di tikungan pertama (T1).

Gak tanggung-tanggung, lima pembalap langsung terseret dalam insiden karambol ini. Fabio di Giannantonio, rider andalan VR46 Ducati, jadi salah satu korban yang ikutan apes gara-gara aksi ugal-ugalan pembalap lain.

Kronologinya bermula saat Jorge Martin kayaknya rada telat ngerem dan langsung kehilangan kendali atas motor Aprilia-nya. Efek dominonya parah banget. Martin langsung menyenggol rekan setimnya sendiri, Marco Bezzecchi.

Gak berhenti di situ, efek karambol ini juga menyapu Diggia, Fermin Aldeguer, hingga Raul Fernandez. Untungnya, beda nasib sama insiden Catalunya yang bikin Johann Zarco cedera kaki parah, kali ini kelima rider masih bisa bangkit dan lolos dari cedera serius. Martin sendiri akhirnya diganjar penalti dua kali long lap akibat jadi dalang kekacauan ini.

Diggia: Saya Cuma Pengen Balapan, Lalu Pulang dengan Selamat

Meskipun akhirnya bisa bangkit lagi dan finish di posisi ke-10 dengan sisa-sisa tenaga, Fabio di Giannantonio gak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Pembalap asal Italia ini langsung melayangkan kritik keras dan menuntut pihak Dorna serta FIM buat ngambil tindakan yang jauh lebih tegas. Menurutnya, gaya balap para rider di lap-lap awal sekarang udah di luar batas kewajaran alias makin ngawur.

“Pertama-tama, saya berharap semua orang dalam kondisi selamat. Itu yang paling penting. Namun, apa pun yang terjadi dengan Jorge, kejadian seperti ini harus dihindari. Menurut saya, termasuk untuk diri saya sendiri, kami semua terlalu sering mengambil risiko terlalu besar,” cetus Diggia dengan nada emosi.

Bagi rider bernomor start 49 ini, taruhan di tikungan pertama udah bukan lagi soal kehilangan posisi atau sekadar lecet, tapi udah menyangkut nyawa pembalap lain. Diggia bahkan curhat kalau atmosfer sebelum start sekarang bikin mental para pembalap tertekan. Bukannya fokus mikirin strategi balap, mereka malah cemas memikirkan keselamatan diri masing-masing saat masuk tikungan pertama.

“Menurutku ini gila. Sebelum balapan, aku sampai harus berdoa, bukan untuk mendapat hasil bagus, tetapi agar bisa selamat setelah melewati tikungan pertama,” kata Diggia.

“Menurutku ini benar-benar gila. Apa pun alasannya, saya tidak peduli. Saya hanya ingin balapan, berjuang keras untuk posisi saya, lalu pulang dengan selamat,” lanjutnya.

Solusi Radikal: Contek Formasi Grid F1?

Kritik pedas dari Diggia ini sebenernya langsung direspons sama pihak MotoGP yang kabarnya emang lagi menggodok regulasi baru demi mendongkrak safety saat start. Salah satu wacana paling panas yang lagi dibahas adalah mengubah formasi grid start. Kalau selama ini MotoGP pakai format tiga pembalap per baris, ada kemungkinan regulasi bakal diganti jadi dua pembalap per baris ala Formula 1.

Diggia setuju banget sama ide pembatasan jarak ini. Menurut analisisnya, kalau jarak antar motor dibikin lebih renggang saat start, para pembalap gak bakal punya ambisi buta buat langsung menusuk ke depan di T1. Jarak yang lebar bakal bikin kalkulasi risiko jadi gak sepadan buat ditaruhkan.

“Tentu saja, kami sangat dekat [satu sama lain] di tikungan pertama. Dan jika seorang pembalap mengambil risiko besar, imbalannya sangat tinggi saat ini. Jika kita tiba dengan jarak yang jauh lebih besar di antara kita, maka Anda mengambil risiko besar hanya untuk dua tempat. Mungkin itu tidak sepadan. Dan mungkin Anda tidak melakukannya. Jadi, apa pun yang diperlukan untuk menciptakan ruang, tentu saja itu yang terbaik.” urai Diggia.

Kategori :