Atur Rebound Jika Tersedia
Beberapa motor modern telah dibekali fitur rebound adjustment. Fitur ini berfungsi mengatur kecepatan suspensi kembali ke posisi semula setelah menerima tekanan.
Rebound yang terlalu cepat dapat membuat motor terasa memantul-mantul. Sementara jika terlalu lambat, suspensi akan terasa berat dan kurang responsif.
Penyetelan dilakukan melalui sekrup khusus pada suspensi. Memutar searah jarum jam umumnya akan memperlambat rebound, sedangkan memutar berlawanan arah jarum jam akan mempercepatnya.
Lakukan perubahan secara bertahap, kemudian coba motor beberapa ratus meter untuk merasakan perbedaannya.
Perhatikan Tekanan Angin Ban
Tak sedikit pengendara yang mengira suspensi bermasalah, padahal sumber ketidaknyamanan berasal dari tekanan ban yang tidak sesuai.
Ban yang terlalu keras akan membuat guncangan lebih terasa, sedangkan ban yang terlalu kempes dapat mengurangi kestabilan dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
Karena itu, pastikan tekanan ban selalu mengikuti rekomendasi pabrikan dan disesuaikan dengan beban yang dibawa, terutama jika sering berboncengan.
BACA JUGA:Terlalu Sering Terpapar Panas Matahari? Ini 3 Komponen Motor yang Paling Cepat Rusak Tanpa Disadari
BACA JUGA:Filter Udara Motor: Komponen Kecil yang Diam-Diam Bisa Merusak Performa Mesin
Periksa Kondisi Shockbreaker
Meski setelan sudah sesuai, kenyamanan berkendara tetap bisa berkurang jika kondisi shockbreaker sudah menurun. Beberapa tanda shockbreaker bermasalah antara lain muncul rembesan oli, suspensi memantul berlebihan, atau terdengar bunyi keras saat melewati lubang.
Apabila gejala tersebut mulai muncul, pemeriksaan lebih lanjut atau penggantian shockbreaker bisa menjadi solusi terbaik.
Lakukan Uji Jalan
Setelah seluruh penyetelan selesai dilakukan, jangan lupa melakukan uji jalan. Cobalah motor di berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal mulus hingga jalan yang sedikit bergelombang.