Pelajar dinilai punya potensi besar untuk jadi agent of change alias agen perubahan yang bisa menularkan virus berkendara aman ke sirkel pertemanan mereka--WMS
BACA JUGA:Hasil Sprint Race MotoGP Brno 2026: Pecco Bagnaia Menang Perdana, Marco Bezzecchi Alami Kecelakaan!
Antusiasme Pelajar Cukup Tinggi
Selama kegiatan berlangsung, para pelajar terlihat antusias mengikuti materi yang diberikan. Banyak pertanyaan muncul seputar kondisi yang sering mereka temui di jalan, mulai dari cara menggunakan helm yang benar, pentingnya kelengkapan berkendara, sampai cara mengantisipasi potensi bahaya saat berkendara.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa pelajar sebenarnya punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap keselamatan berkendara.
Dengan penyampaian yang tepat, edukasi seperti ini bisa membantu mereka memahami risiko di jalan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keselamatan Berkendara Perlu Ditanamkan Sejak Dini
Pelajar menjadi salah satu kelompok usia yang memiliki mobilitas cukup tinggi. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini.
Ketika kesadaran ini terbentuk lebih awal, pelajar diharapkan bisa menjadi pengguna jalan yang lebih tertib dan bertanggung jawab saat dewasa nanti.
Tidak hanya untuk diri sendiri, mereka juga berpotensi menjadi agen perubahan yang menularkan budaya aman kepada teman sebaya dan lingkungan sekitar.
"Penting bagi pelajar untuk memahami keselamatan berkendara sejak dini agar nilai-nilai tersebut tertanam hingga dewasa. Ketika mereka memiliki kesadaran yang baik mengenai keselamatan dan menerapkan semangat #Cari_Aman dalam aktivitas sehari-hari, peluang untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan berkelanjutan akan semakin besar," tambah Agus Sani.
Ke depan, WMS akan terus memperluas program edukasi keselamatan berkendara ke berbagai sekolah di wilayah Jakarta dan Tangerang.
Lewat kampanye #Cari_Aman yang dijalankan secara konsisten, WMS berharap dapat ikut memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya keselamatan berkendara di Indonesia.
Sinergi antara pihak sekolah, pemerintah, Jasa Raharja, dan pelaku industri otomotif juga diharapkan bisa menciptakan ekosistem lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.