MOTOREXPERTZ.COM -- Motor listrik makin banyak dilirik buat aktivitas harian. Selain lebih senyap, biaya operasionalnya juga terasa lebih ramah di kantong dibanding motor bensin. Tinggal cas baterai, gas tipis-tipis, lalu jalan lagi buat kerja, kuliah, ngopi, atau sekadar muter sore. Tapi ada satu pertanyaan yang cukup sering muncul, terutama dari Bradsis yang baru pertama kali pakai motor listrik. Sebenarnya, servis motor listrik berapa bulan sekali? Pertanyaan ini wajar banget. Soalnya, motor listrik tidak punya mesin pembakaran seperti motor bensin. Tidak ada oli mesin yang harus diganti rutin, tidak ada busi, filter udara mesin, karburator, atau injektor bahan bakar. Meski begitu, bukan berarti motor listrik bebas servis total. Motor listrik tetap punya komponen penting yang harus dicek secara berkala. Mulai dari baterai, sistem kelistrikan, motor penggerak, controller, rem, ban, suspensi, sampai software atau sistem digital yang tertanam di dalamnya. Secara umum, servis motor listrik idealnya dilakukan setiap 3 sampai 6 bulan sekali. Namun, jadwal ini bisa berbeda tergantung merek, tipe motor, jarak tempuh, dan cara pemakaian harian. Kalau motor listrik dipakai setiap hari untuk mobilitas padat, misalnya pulang-pergi kerja, antar barang, atau ojek online, pengecekan sebaiknya dilakukan lebih sering. Untuk pemakaian berat seperti ini, servis tiap 3 bulan sekali terasa lebih aman. Sementara kalau motor listrik hanya dipakai sesekali, misalnya untuk jalan dekat rumah atau kendaraan cadangan, servis setiap 6 bulan sekali biasanya masih cukup. Tapi tetap, Bradsis jangan cuma berpatokan pada waktu. Jarak tempuh juga perlu diperhatikan. Beberapa pabrikan biasanya menyarankan servis pertama setelah motor dipakai sekitar 1 bulan atau setelah menempuh jarak tertentu. Setelah itu, jadwal servis berikutnya bisa mengikuti buku panduan resmi dari masing-masing merek. BACA JUGA:Menang di Brno, Marc Marquez Mulai Bikin Aprilia Ketar-ketir Meski tidak serumit motor bensin, motor listrik tetap bekerja dengan sistem yang saling terhubung. Kalau satu komponen bermasalah, efeknya bisa terasa ke bagian lain. Contohnya baterai. Komponen ini bisa dibilang sebagai jantung utama motor listrik. Kalau kondisi baterai kurang sehat, jarak tempuh bisa menurun, pengisian daya terasa lebih lama, atau performa motor jadi tidak stabil. Selain baterai, sistem kelistrikan juga wajib diperiksa. Kabel, soket, controller, dan konektor perlu dipastikan dalam kondisi aman. Apalagi motor listrik cukup sensitif terhadap air, debu, dan kelembapan jika perawatannya asal-asalan. Bagian kaki-kaki juga tidak boleh dilupakan, Bradsis. Ban, rem, suspensi, bearing roda, dan setang tetap bekerja seperti motor pada umumnya. Jadi, walaupun penggeraknya listrik, urusan keselamatan tetap bergantung pada kondisi komponen mekanis tersebut. BACA JUGA:Klasemen Terancam Ducati, Aprilia Merugi Akibat Aksi Bezzecchi Tampar MarshalIdealnya Servis Motor Listrik Setiap Berapa Bulan?
Kenapa Motor Listrik Tetap Harus Diservis?
Tanda Motor Listrik Sudah Harus Masuk Bengkel
Kategori :