Piston standar Vario 160 umumnya memiliki permukaan yang cenderung rata atau bahkan sedikit cekung ke dalam.
Bikers bisa beralih menggunakan piston dengan profil *high dome* alias jenong yang banyak dijual di pasaran.
Permukaan piston yang jenong ini berfungsi dominan untuk memangkas sisa ruang kosong di dalam kubah silinder.
Saat terjadi proses kompresi, campuran bahan bakar dan udara akan tertekan jauh lebih rapat daripada biasanya.
Pastikan kamu memilih piston berkualitas tinggi yang berbahan *forged* agar kuat menahan suhu panas yang ekstrem.
BACA JUGA:New Honda Vario Evo 160 Bawa Banyak Ubahan, Ini Detailnya
3. Papas Kepala Silinder (Milling Head) Secukupnya
Metode ketiga ini memerlukan bantuan dari tangan mekanik bubut yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya, Bradsis.
Proses papas kepala silinder atau *milling head* dilakukan untuk mengurangi volume kubah ruang bakar secara permanen.
Ingat, batas aman memapas *head* untuk pemakaian harian maksimal hanya berkisar antara 0,3 milimeter sampai 0,5 milimeter.
Jangan terlalu banyak memapas permukaan logam ini karena berisiko membuat piston membentur klep saat mesin berputar.
Ketelitian dalam mengukur volume kubah menggunakan buret setelah proses pembubutan adalah kunci utama keselamatan mesin motor.
Langkah ekstrem yang terukur ini dijamin bikin torsi Vario 160 langsung melesat tajam sejak putaran bawah.
BACA JUGA:New Honda Vario Evo 160 Meluncur, Punya 3 Varian Harga Mulai Rp 28 Jutaan
Mau Honda Vario 160 makin ngibrit tanpa kendala? Ini rahasia aman menaikkan kompresi mesin buat harian, dijamin responsif dan anti-ngorok, Bradsis!-Dok-
4. Penyesuaian Bahan Bakar dan Sistem Pengapian
Menurunkan volume ruang bakar wajib diimbangi dengan perubahan konsumsi bahan bakar yang masuk ke mesin, Bradsis.
Jangan sekali-kali memberi minum bensin beroktan rendah seperti Pertalite setelah kompresi Vario 160 kamu naik.