Pabrikan kini mengandalkan teknologi robotik canggih untuk melakukan proses pengelasan secara otomatis dengan tingkat presisi super tinggi.
Metode digital ini memastikan tidak ada celah kosong atau pori-pori kecil pada sambungan las yang rawan kemasukan air.
Setelah sasis selesai dirakit, seluruh permukaan rangka langsung dicelupkan ke dalam cairan pelapis proteksi khusus *Cathodic Electrodeposition*.
Lapisan kimia ini bakal melekat kuat hingga ke bagian rongga terdalam sasis yang sulit dijangkau kuas biasa.
Teknologi pelapisan menyeluruh inilah yang menjadi benteng pertahanan utama sasis dari ancaman korosi air hujan, Bradsis.
BACA JUGA:Awas Ketipu Penjual 'Nakal', Begini Cara Cek Rangka Motor Bekas Pernah Tabrakan
Perbedaan Nyata dengan Struktur Rangka Model Lama
Jika kita bandingkan dengan sasis model lama, perbedaan yang paling mencolok terletak pada efisiensi ruangnya, Bradsis.
Rangka generasi terbaru mengadopsi desain yang lebih ringkas sehingga memberikan ruang lebih luas untuk komponen tangki bensin.
Bikers tidak perlu lagi cemas masalah bagasi sempit karena sasis baru ini mampu memaksimalkan volume ruang penyimpanan.
Selain itu, penempatan titik berat atau *center of gravity* pada sasis modern diatur menjadi jauh lebih rendah.
Rancangan geometris pintar ini membuat pengendalian motor terasa sangat seimbang walau sedang membawa beban muatan yang berat.
Guncangan dari permukaan jalan yang rusak juga bisa diredam dengan sangat baik sebelum merambat ke setang kemudi.
BACA JUGA:Tips Agar Rangka Motor Tidak Karatan Usai Diguyur Hujan
Tips Sederhana Merawat Rangka Motor agar Tetap Awet
Meskipun sasis terbaru ini sudah dibekali perlindungan anti-karat tingkat tinggi, perawatan berkala tetap wajib dilakukan ya, Bradsis.
Para Bikers disarankan untuk rajin membilas motor dengan air bersih setelah melewati genangan air hujan yang asam.
Pastikan juga lubang pembuangan air yang ada di bagian bawah sasis tidak tersumbat oleh tumpukan kotoran tanah.