Kecepatan tinggi di jalan kota yang sempit dan keras bisa sangat berbahaya bagi pembalap. Satu kesalahan kecil saja bisa berujung pada tabrakan serius dengan dinding beton atau tiang jalan.
Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa MotoGP masih enggan menjajal konsep balapan di jalan umum.
BACA JUGA:Bukan Karena Rusak, Ini Alasan Motor MotoGP Sulit Hidup Lagi Setelah Terjatuh
BACA JUGA:Berapa Liter Bensin yang Dihabiskan Motor MotoGP Tiap Balapan?
Teknologi Bisa Jadi Solusi?
Dengan kemajuan teknologi yang semakin modern dan canggih untuk keselamatan saat ini, bukan tidak mungkin masa depan membawa solusi yang membuat balapan di jalan raya menjadi lebih aman.
Barrier modern, sistem pengereman pintar, hingga sensor keselamatan di motor bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Di sisi lain, jika ada kota yang bersedia melakukan modifikasi besar-besaran pada infrastrukturnya untuk menyesuaikan standar keamanan MotoGP, kemungkinan itu bisa terbuka. Namun tentu saja, biayanya tidak murah dan butuh komitmen tinggi dari pemerintah setempat.
Belajar dari Balapan Jalanan Lain
Beberapa ajang balap motor jalanan seperti Isle of Man TT atau Macau Grand Prix memang sudah lama berlangsung, namun keduanya terkenal ekstrim dan penuh risiko.
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
BACA JUGA:3 Aktor Dunia Koleksi Motor Keren: Ada yang Punya Motor MotoGP
Isle of Man TT bahkan disebut sebagai salah satu ajang balap paling mematikan di dunia. MotoGP, sebagai ajang balap motor paling prestisius, tentu tidak bisa mengabaikan faktor keselamatan demi hiburan semata.
Kendati demikian, bukan berarti semua ide harus ditolak. Bisa saja MotoGP mengadopsi semi street circuit, yakni kombinasi sirkuit permanen dan jalan umum dengan desain yang lebih aman namun tetap menawarkan sensasi kota.
Balapan MotoGP di sirkuit jalan raya memang terdengar seru dan futuristik, tapi saat ini harus diakui memang masih jauh dari kenyataan untuk diwujudkan.
Tantangan utama terletak pada faktor keamanan yang belum bisa dijamin sepenuhnya. Namun, jika teknologi dan infrastruktur terus berkembang, bukan tak mungkin di masa depan mimpi ini menjadi kenyataan.